![]() |
| Foto.sekokalahan yang siswanya di duga keracunan.dok.cakra. |
SLEMAN,Cakrainvestigasi.com,- Kasus dugaan keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Turi, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, kembali mencuat. Hingga Senin (7/9/2026) pukul 10.16 WIB, jumlah siswa yang dilaporkan mengalami gejala kesehatan mencapai 32 orang dari tiga sekolah.
Data sementara tersebut mencatat siswa terdampak berasal dari SMPN 3 Turi, SMK Muhammadiyah 1 Turi, dan SD Muhammadiyah Balerante.
Rinciannya, sebanyak 22 siswa SMPN 3 Turi, delapan siswa SMK Muhammadiyah 1 Turi, dan dua siswa SD Muhammadiyah Balerante dilaporkan mengalami keluhan kesehatan.
Gejala yang muncul antara lain mual, pusing, sakit perut hingga muntah. Keluhan tersebut dilaporkan muncul setelah para siswa mengonsumsi makanan MBG yang sebelumnya dibagikan kepada mereka.
"Jumlah korban bertambah menjadi 32 siswa," demikian pembaruan data sementara yang diterima dari lokasi penanganan hingga pukul 10.16 WIB, Senin pagi.
Korban Terus Bertambah
Perkembangan kasus menunjukkan adanya penambahan jumlah siswa yang mengalami gejala. Sebelumnya, laporan awal menyebutkan 18 siswa SMPN 3 Turi membutuhkan penanganan medis setelah mengalami gangguan kesehatan yang diduga berkaitan dengan makanan MBG.
Jumlah tersebut kemudian bertambah menjadi 22 siswa. Pada perkembangan berikutnya, keluhan serupa juga dilaporkan dialami siswa dari SMK Muhammadiyah 1 Turi dan SD Muhammadiyah Balerante.
Ambulans telah berada di lokasi untuk memberikan pertolongan dan membantu proses evakuasi siswa yang membutuhkan pemeriksaan medis lebih lanjut.
Tim kesehatan juga melakukan observasi terhadap siswa yang mengalami gejala ringan. Penanganan dilakukan berdasarkan kondisi masing-masing siswa sambil memantau perkembangan kesehatan mereka.
Sampel Makanan Diamankan
Untuk memastikan penyebab kejadian, petugas bersama Dinas Kesehatan melakukan pengamanan terhadap sampel makanan MBG yang diduga dikonsumsi para siswa.
Sampel tersebut selanjutnya akan menjalani pemeriksaan laboratorium. Langkah ini penting untuk memastikan apakah keluhan kesehatan yang dialami para siswa memang berkaitan dengan makanan MBG atau terdapat faktor lain.
Selain pemeriksaan sampel makanan, penelusuran juga diarahkan pada rantai penyediaan dan distribusi makanan, mulai dari proses pengolahan hingga makanan diterima oleh para siswa.
"Sampel makanan diamankan untuk investigasi lebih lanjut," demikian informasi yang diterima terkait proses penanganan kasus tersebut.
Sekolah dan Petugas Masih Lakukan Pemantauan
Hingga Senin pagi, pihak sekolah, tenaga kesehatan, serta aparat setempat masih melakukan pemantauan terhadap kondisi para siswa yang mengalami keluhan.
Pendataan korban juga terus dilakukan untuk memastikan seluruh siswa yang mengalami gejala mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis sesuai kebutuhan.
Informasi mengenai perkembangan kasus masih bersifat sementara dan dapat berubah seiring proses pemeriksaan serta pendataan di lapangan.
Yang terpenting, penyebab pasti belum dapat disimpulkan sebelum hasil pemeriksaan medis dan uji laboratorium keluar.
Hingga berita ini diterbitkan, proses penanganan dan investigasi masih berlangsung. Publik kini menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk mengungkap secara terang penyebab munculnya gangguan kesehatan terhadap puluhan siswa tersebut.
( WAN/red)

Social Header
Berita