Berita

Breaking News

FROM BOLTIM TO MECCA: 15 WARGA DISIAPKAN MENUJU TANAH SUCI, RAHMAN SALEHE PILIH BERBAGI DI TENGAH BADAI ISU

 

Foto.Anggota DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Rahman Salehe.dok.cakra.


BOLTIM, SULAWESI UTARA,Cakrainvestigasi.com,-  Dari Kotabunan Selatan, sebuah pesan tentang kepedulian dan berbagi kembali mengemuka. Anggota DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Rahman Salehe, menyampaikan rencana memberangkatkan 15 warga untuk menunaikan ibadah Umrah pada November 2026.

Rencana tersebut diumumkan Rahman saat bertemu dan bersilaturahmi dengan masyarakat Desa Kotabunan Selatan, Kecamatan Kotabunan, Senin (14/9/2026).

Dua nama warga yang disebut dalam kesempatan itu adalah Bading Apande dan Rifai Paputungan. Keduanya direncanakan menjadi bagian dari rombongan yang akan menuju Tanah Suci.

Suasana haru disebut terasa ketika nama keduanya diumumkan di hadapan masyarakat. Bagi Bading dan Rifai, kesempatan tersebut menjadi sebuah kabar besar yang berkaitan langsung dengan impian menjalankan ibadah Umrah.

Di Tengah Isu, Rahman Memilih Tetap Berbuat

Pernyataan mengenai rencana Umrah itu muncul di tengah berbagai isu yang belakangan berkembang di ruang publik.

Namun, Rahman mengatakan dirinya tidak ingin menjadikan dinamika tersebut sebagai alasan untuk berhenti melakukan kegiatan sosial.

Ia menegaskan bahwa berbagi tidak seharusnya dibatasi oleh perbedaan pilihan, dukungan, maupun latar belakang masyarakat.

“Biarlah isu tak sedap datang dan pergi, yang penting kita tetap berbuat baik dan membawa kebahagiaan bagi sesama. Ini bukan soal siapa mendukung atau tidak, tapi ini tentang berbagi berkah,” ujar Rahman Salehe.

Menurutnya, setiap kebaikan yang diberikan kepada masyarakat diharapkan dapat memberikan manfaat dan menjadi bagian dari amal.

Ia juga menyampaikan doa agar perjalanan Bading Apande dan Rifai Paputungan nantinya berjalan lancar.

“Semoga langkah Bapak Bading Apande dan Rifai Paputungan ke Tanah Suci diterima Allah, menjadi amal jariyah bagi kita semua, dan membawa keberkahan bagi Desa Kotabunan Selatan,” katanya.»

15 Warga, Satu Perjalanan Spiritual

Rencana pemberangkatan 15 warga pada November mendatang menjadi bagian dari kegiatan sosial yang ingin terus dipertahankan Rahman.

Program tersebut tidak hanya dipandang sebagai pemberian bantuan, tetapi juga sebagai upaya memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menjalankan ibadah di Tanah Suci.

Dua warga Kotabunan Selatan yang telah diumumkan tersebut menjadi bagian dari rencana rombongan.

Bagi mereka, perjalanan menuju Tanah Suci bukan sekadar perjalanan lintas negara. Umrah merupakan perjalanan spiritual yang memiliki arti khusus bagi umat Islam.

Dari sebuah desa di Bolaang Mongondow Timur, mereka dipersiapkan menuju salah satu pusat ibadah umat Islam dunia.

Dari Kotabunan ke Tanah Suci

Kisah tersebut bermula dari sebuah pertemuan sederhana bersama masyarakat.

Tidak ada panggung besar ataupun seremoni internasional. Namun, pengumuman mengenai rencana keberangkatan 15 warga justru membawa dimensi yang lebih luas: tentang harapan, doa, dan kesempatan menjalankan ibadah.

Bading Apande dan Rifai Paputungan menyampaikan rasa terima kasih atas kesempatan yang diberikan.

Keduanya juga berharap keberangkatan tersebut dapat berjalan lancar dan membawa keberkahan bagi keluarga serta masyarakat Kotabunan Selatan.

Pesan di Balik Perjalanan

Bagi Rahman, kegiatan sosial tidak seharusnya berhenti hanya karena adanya perbedaan di tengah masyarakat.

Perbedaan pilihan merupakan bagian dari kehidupan sosial. Namun, menurutnya, kepedulian terhadap sesama harus tetap berjalan.

Pesan itulah yang menjadi salah satu penekanan dalam silaturahmi tersebut.

“Bukan soal siapa mendukung atau tidak mendukung,” kata Rahman, menegaskan bahwa rencana pemberangkatan Umrah tersebut ingin ditempatkan sebagai bentuk berbagi.

Kini, November 2026 menjadi waktu yang dinantikan.

Jika seluruh persiapan berjalan sesuai rencana, sebanyak 15 warga akan memulai perjalanan dari Boltim menuju Tanah Suci.

From Boltim to Mecca bukan sekadar sebuah judul perjalanan. Bagi warga yang direncanakan berangkat, itu adalah perjalanan yang membawa harapan, doa, dan impian untuk menginjakkan kaki di Tanah Suci.

( Afat )

© Copyright 2024 - CAKRAINVESTIGASI.COM