Berita

Breaking News

Kawanan Pencuri Spesialis Pembobol Tembok Toko Antar Lintas Provinsi,Ditangkap Satreskrim Polres Purworejo

Konferensi pers di Polres Purworejo.foto.dok.


Purworejo,Cakrainvestigasi.com,- Menjebol tembok toko bangunan (TB) masuk dan menguras barang-barang di dalamnya,Tiga Pencuri antar lintas daerah berhasil diringkus jajaran Satreskrim Purworejo

Aksi tersebut menyasar Toko Material Bangunan (TB) Berkah Tungpait di Jalan Kutoarjo-Ketawang Km 5, Desa Tungpait, Kecamatan Kutoarjo, Kabupaten Purworejo Jawa Tengah

Kasus pencurian dengan pemberatan itu akhirnya berhasil diungkap jajaran Satreskrim Polres Purworejo. Tiga pria berinisial MS (58), W (57), dan S alias I (59) diamankan setelah polisi mengembangkan penyelidikan hingga wilayah Banyumas.

Pengungkapan kasus tersebut disampaikan dalam konferensi pers di Lobby Tatag Trawang Tungga Polres Purworejo, Sabtu (5/9/2026) sore.

Wakapolres Purworejo Kompol Nana Edi Sugito, yang mewakili Kapolres Purworejo AKBP Windy Syafutra, mengatakan aksi pencurian terjadi pada Sabtu (18/7/2026) sekitar pukul 07.45 WIB dan menyebabkan korban mengalami kerugian sekitar Rp20 juta.

Yang membuat aksi ini cukup mencolok adalah cara pelaku masuk ke dalam toko. Mereka diduga menggunakan linggis dan tatah untuk melubangi tembok. Setelah lubang terbentuk, pelaku masuk ke dalam toko, mengambil barang-barang, kemudian mengeluarkannya kembali melalui lubang tersebut.

Barang yang raib bukan hanya satu atau dua item. Ponsel, laptop, printer, mesin pompa air, genset, gergaji mesin hingga berbagai jenis mesin bor dilaporkan hilang.

Kasus itu terbongkar setelah karyawan toko, Ahmad Khanafi, hendak membuka toko. Kondisi bagian dalam toko sudah berubah. Laci kasir dan meja di ruang belakang terbuka dan kosong.

Pemeriksaan lebih lanjut menemukan lubang pada tembok sisi utara bangunan.

Laporan kemudian diteruskan kepada Polsek Kutoarjo. Satreskrim Polres Purworejo bersama Unit Reskrim Polsek Kutoarjo bergerak melakukan olah TKP dan penyelidikan.

Jejak para pelaku kemudian mengarah pada dugaan adanya keterkaitan dengan aksi serupa di wilayah Kebumen. Polisi berkoordinasi dengan Resmob Polres Kebumen hingga identitas para terduga pelaku berhasil dikantongi.

"Kelompok pelaku ini merupakan residivis kasus pencurian di wilayah Kabupaten Bandung, Jawa Barat," ungkap Kasat Reskrim Polres Purworejo AKP Dwiyono.

Perburuan akhirnya membuahkan hasil,Pada Kamis (30/7/2026) sekitar pukul 02.00 WIB, Tim Resmob Satreskrim Polres Purworejo menemukan Toyota Calya putih bernomor polisi Z-1484-TQ yang diduga digunakan sebagai sarana kejahatan. Mobil tersebut berhenti di sebuah warung angkringan di wilayah Sokaraja, Ajibarang, Kabupaten Banyumas.

Tiga pria yang berada di dalam mobil langsung diamankan.

Mereka masing-masing berinisial MS, W dan S alias I.

Dalam pemeriksaan, ketiganya disebut mengakui keterlibatan dalam pencurian di TB Berkah Tungpait Purworejo serta sejumlah lokasi di wilayah Kebumen.

Polisi juga mengungkap pembagian peran. MS diduga menjadi eksekutor yang membobol tembok menggunakan linggis dan tatah sekaligus mengambil barang. W bertugas sebagai sopir, memantau situasi dan menjemput rekan-rekannya. Sedangkan S alias I diduga turut membantu menjebol tembok, mengawasi kondisi di luar dan menerima barang hasil pencurian.

Sejumlah barang bukti diamankan, termasuk linggis sepanjang 55 sentimeter, dua buah tatah, rekaman CCTV, faktur penjualan, beberapa unit ponsel, pakaian tersangka, dos ponsel Redmi, printer Epson, serta Toyota Calya yang diduga digunakan sebagai sarana.

MS dan W selanjutnya diproses di Polres Purworejo, sedangkan S alias I ditangani Polres Kebumen.

Atas perkara tersebut, para tersangka dijerat Pasal 477 ayat (1) huruf f dan g Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP. Ancaman hukumannya paling lama sembilan tahun penjara atau denda paling banyak kategori V.

Kasus ini sekaligus menjadi peringatan bagi pemilik toko dan tempat usaha. Tembok kokoh belum tentu cukup jika sistem keamanan longgar.

Polisi mengimbau pemilik toko, gudang dan tempat usaha memastikan CCTV aktif, memperkuat bangunan serta meningkatkan koordinasi dengan warga maupun petugas keamanan lingkungan.

Sebab bagi pelaku, celah sekecil apa pun bisa menjadi jalan masuk. Dan dalam kasus ini, celah itu dibuat dengan linggis dan tatah.

( Horas).

© Copyright 2024 - CAKRAINVESTIGASI.COM