![]() |
| Foto.peluncuran koling dan darling.dok.hms. |
SLEMAN,Cakrainvestigasi.com,- Kopi Keliling (Koling) Merapi dan Dua Roda Keliling (Darling) Merapi resmi diluncurkan di Museum Gunung Merapi, Selasa (22/9). Peluncuran ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Sleman memperkuat pengembangan kopi robusta sekaligus mendorong promosi produk kopi lokal. Dukungan terhadap program tersebut diberikan Pemerintah Daerah DIY melalui Dana Keistimewaan serta Bank Indonesia DIY melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
Koling dan Darling Merapi merupakan konsep pemasaran kopi secara berkeliling. Koling Merapi menggunakan kendaraan roda tiga, sedangkan Darling Merapi berupa gerobak motor roda dua yang dilengkapi dengan peralatan pembuatan kopi. Keduanya akan ditempatkan di berbagai lokasi keramaian dan destinasi wisata di Kabupaten Sleman, khususnya kawasan wisata Merapi.
Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Sleman, Liem Astuti menerangkan program tersebut ditujukan untuk memperkuat pemasaran kopi lokal Merapi, khususnya Kopi Nirmalagiri, sekaligus memperluas akses pasar bagi kelompok tani dan koperasi di kawasan Merapi. Total nilai bantuan sarana usaha yang diserahkan mencapai Rp599.760.000. Bantuan tersebut terdiri atas empat unit Koling Merapi senilai Rp90 juta per unit yang bersumber dari CSR Bank Indonesia, serta enam unit Darling Merapi senilai Rp39,96 juta per unit yang bersumber dari Dana Keistimewaan.
"Sarana tersebut disalurkan kepada kelompok tani dan koperasi untuk dimanfaatkan sebagai sarana usaha sekaligus saluran pemasaran kopi lokal Merapi," jelas Liem Astuti.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Bupati Danang Maharsa menjelaskan peluncuran ini bagian dari rangkaian pengembangan kopi lokal Kabupaten Sleman. Danang menyebut, Nirmalagiri hadir menjadi identitas yang mencerminkan kemampuan masyarakat Lereng Merapi dalam membangun citra Kopi Merapi sebagai komoditas unggulan yang berkelanjutan.
“Kami ingin menjadikan kopi sebagai komoditas unggulan yang tidak hanya mengangkat ekonomi warga, tetapi juga memperkuat identitas daerah. Koling Merapi dan Darling Merapi adalah upaya kami untuk mendekatkan Kopi Merapi kepada konsumen, khususnya masyarakat dan wisatawan dikawasan Merapi,” ujarnya.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Darmadi Sudibyo, menerangkan, kehadiran bantuan kendaraan ini menjadi bukti Kopi Nirmalagiri memiliki kemampuan dan kemauan untuk beradaptasi dan berkembang. Sudibyo berharap langkah ini dapat menjangkau pasar yang lebih luas bagi Kopi Nirmalagiri.
“Kami berharap tidak hanya berkembang dari segi usaha, tapi juga menjadi inspirasi bahwa dari lereng pegunungan lahir produk yang mampu mengharumkan DIY, bahkan Indonesia,” paparnya.
Sementara itu, Staf Ahli Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Noviar Rahmad, menuturkan pengembangan pemasaran Kopi Nirmalagiri melalui Darling dan Koling diharapkan tak hanya memperkenalkan rasa kepada konsumennya. Melainkan juga menjadi media untuk memperkenalkan cerita dimana kopi itu berasal.
“Yang bergerak bukan hanya kendaraannya, tetapi juga cerita dari para petani yang menanamnya,” sebut Noviar.
Melalui program tersebut, pengembangan kopi lokal Merapi diharapkan tidak hanya berhenti pada peningkatan produksi, tetapi juga berlanjut pada penguatan pemasaran dan pengembangan usaha kelompok tani secara berkelanjutan.
( Pay/Cakra).


Social Header
Berita