Berita

Breaking News

PAC. Pemuda Pancasila TBS, Minta Presiden Prabowo Melalui BGN Periksa Pasilitas SPPG di Tanjungbalai

 

Foto.sekretaris PAC. Pemuda Pancasila Tanjungbalai Selatan, Rahmad Hidayat.dok.

.


Tanjungbalai , Cakrainvestigasi.com,- Pimpinan Anak Cabang Pemuda Pancasila Tanjungbalai Selatan, Kota Tanjungbalai, Sumut, meminta kepada Presiden RI, Bapak Prabowo Subiyanto melalui Badan Gizi Nasional 

untuk memeriksa semua fasilitas SPPG yang ada di kota Tanjung balai dinilai banyak yang tidak memenuhi syarat melanggar SOP layaknya sebagai dapur dan tempat penyajian Makan Bergizi Gratis ( MBG ). Minggu, 6 Sept 2026.

Mengingat tentang terjadinya malapetaka musibah keracunan makanan yang disajikan sebagai makanan bergizi gratis di Pasantren Sidoarjo, Jawa Timur yang baru-baru ini terjadi sampai memakan korban lebih dari 500 orang santri dan santriwati keracunan makanan  dari dapur MBG, SPPG yang diawasi oleh Badan Gizi Nasional.

Hal ini diungkapkan sekretaris PAC. Pemuda Pancasila Tanjungbalai Selatan, Rahmad Hidayat disela-sela  kesibukannya disalah satu cafe yang ada dijalan Julius Usman kota Tanjungbalai. 

Sebagai pengurus dan penggerak organisasi kemasyarakatan yang menyikapi banyak persoalan yang terjadi ditengah-tengah masyarakat sebagai retorika hidup saling membantu dan membutuhkan. 

Hidayat yang akrab dipanggil bung Day, menambahkan bahwa dari hasil pantauannya dilapangan, banyak dapur- dapur MBG ini harus dibenahi karna tidak sesuai dengan persyaratan sebenarnya yang mengacu kepada Standart Operasional ( SOP ) layaknya dapur Makanan Bergizi. 

Hal ini dapat dilihat dari asal mula bangunan yang diambil sebagai tempat pengolahan dan penyajian makanan untuk anak-qnak sekolah yang masih kecil dan harus benar-benar diperhatikan tentang makanan apa yang disajikan dan kebersihannya.

Bangunan- bangunan yang dijadikan tempat SPPG dan dapur MBG ini sering diambil dari bangunan ruko yang sewa atau dibeli kemudian direnovasi sebagai tempat SPPG dan dapur MBG yang jelas melanggar SOP dan kelayakan dapur pengolahan makanan bergizi sebenarnya. 

Bung Day, jelas mengatakan bahwa untuk standar bangunan dan dapur MBG ini ada klasifikasinya, 

seperti tempat kering seteril untuk bagian pormosian, tempat kering bersih untuk tempat pengolahan, tempat basah kering bersih untuk tempat pencucian ompreng dan tempat kering bersirkulasi udara atau O2 yang cukup untuk tempat masak atau pengolah. 

Hal ini menurut bung Day pasti tidak diperhatikan oleh pengelola baik yayasan yang mengambil pekerjaan maupun kepala SPPG sebagai utusan dari Badan Gizi Nasional. 

Begitu juga dengan pengadaan bahan baku yang kerap kali sering kekurangan dalam pengolahan sehingga harus diambil atau dipesan kembali dan mutu kwalitasnya jelas dan mungkin berbeda, dari informasi yang diterima. 

Bung Day yakin mereka tidak memperhatikan itu sebagai langkah utama, karna belum terjadi musibah seperti di Sidoarjo. 

Untuk itu beliau mengharapkan adanya perintah Presiden RI melalui BGN sebagai penggungjawab agar hal ini sangat diperhatikan khususnya dikota Tanjungbalai, Sumatera Utara.

Dan sebagai penutup disela-sela kesibukannya Bung Day menambahkan tolong BGN perhatikan honor pekerja yang ada di MBG, tidak layak mereka bekerja dengan benar selama 8 jam full diberi honor hanya Rp. 120.000,- s/d 125.000,- / perhari dengan hari kerja hanya 5 hari seminggu. 

Dan mereka mendapatkan hasil dibawah UMR dan UMN, yang tidak manusiawi, apalagi mereka ada yang masuk kerja malam hari dan ada juga sebelum subuh hari

Mohon kepada bapak Prabowo agar menaikkan honor pekerja atau relawan MBG ini sebesar Rp.250.000,- / hari untuk masa kerja 5 hari per Minggu. 

Pewarta : Kaperwil Sumut / OmDay.

© Copyright 2024 - CAKRAINVESTIGASI.COM