Berita

Breaking News

Pemkab Kulon Progo Buktikan Regrouping Sekolah Hemat Anggaran Hingga Rp 937 Juta

Foto.pelantikan 35 Kepala Sekolah di lingkungan Pemkab Kulon Progo.dok.kmf.


KULON PROGO, Cakrainvestigasi.com,- Kebijakan penggabungan (_regrouping_) sekolah di Kabupaten Kulon Progo terbukti efektif menekan efisiensi belanja daerah tanpa mengurangi kualitas pendidikan. Langkah strategis tersebut berhasil menghemat anggaran hingga Rp937 juta pada gelombang (batch) pertama. Hal ini ditegaskan oleh Bupati Kulon Progo, R. Agung Setyawan, dalam acara pelantikan 35 Kepala Sekolah di lingkungan Pemkab Kulon Progo yang berlangsung di Aula Adikarta, Selasa (8/9/2026).

Langkah hemat anggaran ini menjadi bukti nyata komitmen Pemkab Kulon Progo dalam mewujudkan tata kelola pendidikan yang transparan, efektif, dan berorientasi pada peningkatan mutu pembelajaran di Bumi Binangun.

Bupati Kulon Progo, R. Agung Setyawan, menjelaskan bahwa kebijakan _regrouping_ yang dijalankan oleh Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) terbukti sukses menyelesaikan berbagai persoalan mendasar. Selain mengatasi kekurangan siswa, program ini memberikan kepastian jam mengajar untuk ketercapaian Tunjangan Profesi Guru (TPG), kepastian syarat pencairan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), hingga optimalisasi revitalisasi sarana-prasarana.

"Kita bisa efisiensi dari batch pertama senilai Rp937 juta. Program ini memberikan kenyamanan karena TPG guru terjamin, dana BOS memenuhi syarat pencairan, dan sekolah memungkinkan mendapat dana revitalisasi," tegas Bupati di hadapan para kepala sekolah yang dilantik.



Suasana khidmat  menyelimuti prosesi pelantikan 35 pejabat baru tersebut, yang terdiri dari 32 Kepala SD, 1 Kepala SMP, dan 2 Kepala TK. Dalam pengarahannya, Bupati menekankan pentingnya integritas, moralitas, dan kepemimpinan yang melayani.

"Jabatan bukan sekadar peningkatan tugas dan wewenang, tetapi merupakan bentuk kepercayaan yang harus dipertanggungjawabkan kepada pemerintah, masyarakat, maupun Tuhan. Kepala sekolah harus mampu menjadi teladan melalui kedisiplinan, keadilan, dan integritas," ujar Agung.

Tak hanya fokus pada efisiensi anggaran, Pemkab Kulon Progo melalui Disdikpora dan BKPSDM juga menunjukkan perhatian pada aspek kenyamanan kerja tenaga pendidik dengan mempertimbangkan kedekatan lokasi tempat tinggal dengan sekolah tujuan.

"Orang akan bekerja dengan ikhlas manakala tidak terpaksa. Maka usahakan untuk mendekatkan lokasi mengajar agar guru bisa bekerja dengan nyaman dan maksimal," pungkas Agung.

Momen pelantikan ini disambut penuh rasa tanggung jawab oleh para pejabat baru, salah satunya Wahyu Sudibyo yang dipercaya mengemban tugas sebagai Kepala SD Negeri Wadas Girimulyo.

"Jujur merasa deg-degan saat menerima panggilan amanat ini. Semoga ke depan saya dapat mengemban kepercayaan ini dan memberikan yang terbaik bagi sekolah," ungkap Wahyu.

( Pay/Cakra)

© Copyright 2024 - CAKRAINVESTIGASI.COM