Berita

Breaking News

Peringati Hari Rabies Internasional, Pemkab Sleman Gelar Vaksinasi Rabies Gratis

Foto.Wakil bupati saat hadir dalam vaksin peringatan hari rabies.dok.hms.


SLEMAN,Cakrainvestigasi.com,-  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman memperingati Hari Rabies Internasional dengan menggelar vaksinasi rabies gratis di halaman Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DP3) Kabupaten Sleman, Rabu (30/9). Kegiatan bertema "Bahagia Bersama Anabul Bebas Rabies" ini merupakan bagian dari rangkaian Pekan Vaksinasi Rabies guna mempertahankan status Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sebagai wilayah bebas rabies.

Sebanyak 340 pemilik hewan terdaftar mengikuti vaksinasi secara daring, dengan komposisi hewan yang didaftarkan mencakup sekitar 40 ekor anjing dan sisanya kucing.

Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa yang hadir dalam kegiatan tersebut menegaskan bahwa kegiatan ini memiliki dimensi yang lebih luas dari sekadar vaksinasi rutin.

"Kegiatan ini memiliki makna yang jauh lebih besar daripada sekadar vaksinasi hewan peliharaan. Di dalamnya terdapat pesan penting mengenai kesehatan, keselamatan masyarakat, kesejahteraan hewan, kepedulian lingkungan, serta tanggung jawab kita sebagai manusia terhadap makhluk hidup di sekitar kita," ujar Danang.

Ia menekankan pentingnya perubahan cara pandang masyarakat dalam memelihara hewan. Memelihara anjing maupun kucing bukan sekadar hobi, melainkan bentuk tanggung jawab moral dan sosial agar keberadaan hewan peliharaan tidak membahayakan lingkungan sekitar.

Dalam kesempatan tersebut, Danang turut mengingatkan bahwa status bebas rabies tidak boleh membuat masyarakat lengah. Tingginya mobilitas hewan dari luar daerah tetap memiliki potensi risiko penularan.

"Daerah bebas rabies bukan berarti daerah yang bebas dari kewaspadaan terhadap rabies," tegasnya.

Pemkab Sleman terus berkomitmen membangun kekebalan kelompok (herd immunity) pada populasi hewan rentan, memperkuat surveilans, serta memastikan pemberian vaksin secara berkala. Masyarakat juga diimbau untuk memahami tata cara penanganan pertama apabila terjadi kasus gigitan atau cakaran hewan penular rabies.

Mengingat rabies menular melalui air liur hewan terinfeksi dan berdampak langsung pada kesehatan manusia, penanganannya membutuhkan sinergi lintas sektor melalui pendekatan One Health—konsep yang mengintegrasikan kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan. Sinergi ini melibatkan pemerintah, tenaga medis dan dokter hewan, akademisi, komunitas, dunia usaha, hingga pemilik hewan.

Selain pemberian vaksin secara berkala, para pemilik hewan diimbau untuk rutin memeriksakan kesehatan hewannya, menjaga kebersihan kandang dan lingkungan, serta mengendalikan populasi reproduksi secara bertanggung jawab.

"Mari sayangi anabul kita, jaga kesehatannya, dan lakukan vaksinasi secara rutin," pungkas Danang.

Sementara itu, Kepala DP3 Kabupaten Sleman, Liem Astuti, menambahkan bahwa status DIY sebagai wilayah bebas rabies harus terus dipertahankan melalui upaya pencegahan yang berkelanjutan.

"Oleh karena itu, DP3 Kabupaten Sleman melalui UPTD Pelayanan Kesehatan Hewan menyelenggarakan vaksinasi rabies gratis ini. Tak hanya vaksinasi, acara ini juga diisi dengan ruang edukasi dan rekreasi," katanya.

Rangkaian acara tersebut diramaikan dengan peragaan busana (fashion show) dan kontes kucing, sosialisasi kesehatan hewan bagi anak-anak KB/TK se-Kabupaten Sleman, serta lomba mewarnai.

( Pay/Cakra)

© Copyright 2024 - CAKRAINVESTIGASI.COM