![]() |
| Foto/ilustrasi/dok. |
JAKARTA ,Cakrainvestigasi.com,– Keberadaan sebuah mobil dinas berpelat merah DG di area parkir pusat perbelanjaan ITC Cempaka Mas, Jakarta, menjadi sorotan Lembaga Investigasi Negara (LIN).
Mobil jenis Toyota Innova tersebut ditemukan saat Ketua Umum LIN Gus Robi Irawan Wiratmoko bersama Ketua DPD LIN Jakarta Eddy Junaedi tengah melakukan kegiatan podcast di kawasan tersebut.
Temuan itu memunculkan pertanyaan mengenai kepatutan dan peruntukan kendaraan dinas, terutama apabila kendaraan tersebut digunakan di luar kepentingan kedinasan walaupun di Luar jam kerja.
Ketua Umum LIN Gus Robi Irawan Wiratmoko mempertanyakan keberadaan kendaraan berpelat merah tersebut di pusat perbelanjaan.
"Apakah boleh hari dinas pakai mobil dinas ke mall? Lama-lama pejabat dan pegawai negeri yang dapat mobil plat merah ini jadi mobil pribadi,” ujar Gus Robi.
Menurutnya, kendaraan dinas merupakan fasilitas yang bersumber dari anggaran negara sehingga penggunaannya harus mengikuti ketentuan dan kepentingan kedinasan.
Ia juga mengingatkan agar aparatur yang mendapatkan fasilitas kendaraan negara memiliki kesadaran mengenai tanggung jawab dalam menggunakan aset tersebut.
“Kenapa juga pejabat tidak sadar diri dan tahu diri,” tegasnya.
LIN Soroti Penggunaan BBM dan Biaya Operasional
Sementara itu, Ketua DPD LIN Jakarta Eddy Junaedi menyoroti aspek biaya operasional kendaraan dinas, termasuk bahan bakar minyak (BBM), yang pada akhirnya dibebankan kepada anggaran pemerintah.
Dengan nada satir, Eddy mengatakan fasilitas kendaraan dinas semestinya tidak digunakan untuk kepentingan pribadi.
“Mereka tak ada mobil pribadi, mumpung gratis naik mobil rakyat dan yang BBM ditagihkan rakyat,” ujarnya.
Eddy menilai, apabila kendaraan dinas benar digunakan untuk keperluan di luar tugas kedinasan, hal tersebut perlu menjadi perhatian instansi pemilik kendaraan maupun pengawas internal pemerintah.
Identitas Pengguna dan Keperluan Kendaraan Perlu Diklarifikasi
LIN menegaskan bahwa keberadaan mobil dinas di area pusat perbelanjaan belum serta-merta membuktikan adanya pelanggaran. Bisa saja kendaraan tersebut berada di lokasi untuk kepentingan kedinasan.
Karena itu, LIN mendorong instansi yang memiliki kendaraan tersebut memberikan penjelasan mengenai siapa pengguna kendaraan, tujuan perjalanan, waktu penggunaan, serta apakah aktivitas tersebut berkaitan dengan tugas kedinasan.
“Kalau memang untuk kepentingan dinas, silakan dijelaskan. Tetapi kalau digunakan untuk kepentingan pribadi, tentu harus ada evaluasi dan tindakan sesuai aturan,” kata Gus Robi.
Menurutnya, transparansi diperlukan agar penggunaan kendaraan berpelat merah tidak menimbulkan persepsi bahwa fasilitas negara dapat digunakan secara bebas untuk kepentingan pribadi.
LIN Dorong Inspektorat Turun Tangan
LIN menyatakan akan terus menjalankan fungsi kontrol sosial terhadap penggunaan aset dan fasilitas negara.
Gus Robi meminta instansi terkait, termasuk pengawasan internal pemerintah atau Inspektorat, tidak mengabaikan persoalan tersebut apabila setelah dilakukan pemeriksaan ditemukan adanya penyalahgunaan kendaraan dinas.
“Kalau mau ke mall, gunakan mobil pribadi. Jangan gunakan fasilitas rakyat untuk kepentingan pribadi. Ini aset negara dan biaya operasionalnya juga menggunakan uang rakyat,” tegasnya.
LIN berharap dugaan penggunaan kendaraan dinas tersebut dapat diverifikasi secara terbuka. Jika terbukti terjadi penyalahgunaan, LIN meminta agar diberikan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku sehingga tidak menjadi preseden buruk dalam pengelolaan aset negara.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan dari instansi yang diketahui sebagai pemilik atau pengguna kendaraan Toyota Innova berpelat merah DG tersebut terkait tujuan keberadaannya di ITC Cempaka Mas.
( Red).

Social Header
Berita