![]() |
| Foto.Sekretaris Disperindag Kabupaten Sleman, Aris Herbandang,.dok.cakra. |
SLEMAN,Cakrainvestigasi.com, – Pasar Godean mulai diarahkan untuk tidak sekadar menjadi tempat transaksi jual beli. Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sleman mendorong pasar rakyat tersebut berkembang menjadi ruang ekonomi sekaligus kawasan yang memiliki daya tarik wisata, seni, budaya, dan aktivitas masyarakat.
Sekretaris Disperindag Kabupaten Sleman, Aris Herbandang, mengatakan Pasar Godean memiliki sejumlah potensi yang dapat dikembangkan agar keberadaannya mampu menarik lebih banyak masyarakat, termasuk dari luar wilayah Godean.
“Pasar Godean akan dikembangkan bukan sekadar tempat belanja, tetapi juga menjadi tempat wisata,” ujar Herbandang.
Salah satu potensi yang mendapat perhatian adalah keberadaan Makam Mbah Jenggot di kawasan Pasar Godean. Potensi sejarah tersebut dinilai dapat menjadi bagian dari daya tarik kawasan apabila ditata dan dikembangkan secara baik.
Namun, pengembangan kawasan Pasar Godean masih menghadapi persoalan terkait status aset. Herbandang menyebut aset Pasar Godean saat ini belum diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Sleman dan masih berada di pemerintah pusat.
“Status aset ini tentu menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam pengembangan Pasar Godean ke depan,” jelasnya.
Sementara itu, Kabid Pembinaan dan Pengembangan Perdagangan Tradisional Disperindag Sleman, Heronimus Heru Bharanti, SE, menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menghidupkan kembali geliat pasar rakyat.
Menurutnya, revitalisasi pasar tidak cukup hanya melalui penataan fisik dan pedagang. Aktivitas seni, budaya, olahraga hingga kegiatan sosial juga dapat menjadi bagian dari strategi membuat pasar kembali ramai.
“Dalam pengelolaan pasar rakyat, selain upaya pemerintah melalui program penataan pedagang, juga diperlukan kolaborasi dalam kegiatan seni, budaya dan olahraga untuk meramaikan pasar tradisional,” ungkap Heru.
Ia menambahkan, Disperindag juga melakukan pembinaan terhadap pedagang melalui Sekolah Pasar. Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan kemampuan pedagang, mulai dari penataan dan pengemasan dagangan hingga strategi penjualan.
“Kolaborasi ini salah satunya dilakukan dengan Paguyuban Pasar Godean. Selain penataan, kami juga melakukan pembinaan pedagang melalui sekolah pasar,” katanya.
Pedagang Siapkan Setahun Pasar Godean
Upaya menghidupkan Pasar Godean juga datang dari para pedagang. Pengurus Paguyuban Pasar Godean, Sri Kundari, mengatakan para pedagang akan memperingati satu tahun penempatan di Pasar Induk Godean pada 29 Oktober 2026.
Berbagai kegiatan telah disiapkan, baik secara mandiri oleh pedagang maupun melalui kerja sama dengan Disperindag Sleman.
Rangkaian kegiatan tersebut meliputi seni dan budaya, olahraga hingga kegiatan sosial berupa sedekah Jumat.
“Sejumlah kegiatan sebenarnya merupakan kegiatan reguler kami di Pasar Godean. Tetapi untuk Oktober mendatang kami kemas lebih meriah lagi,” kata Sri Kundari.
Menurutnya, peringatan satu tahun tersebut bukan hanya menjadi momentum syukuran para pedagang, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mengajak masyarakat lebih sering datang ke Pasar Godean.
“Ini sebagai bentuk syukur kami para pedagang sekaligus upaya untuk menarik masyarakat agar lebih intens datang ke Pasar Godean, berjalan-jalan dan berbelanja di tempat kami,” ujarnya.
Dengan kolaborasi pemerintah, pedagang dan masyarakat, Pasar Godean kini tidak hanya dituntut menjadi pusat transaksi. Pasar tersebut mulai diarahkan menjadi ruang publik yang mampu menggabungkan perdagangan, pembinaan UMKM, seni, budaya, olahraga, kegiatan sosial hingga potensi wisata.
Tantangannya, bagaimana seluruh potensi tersebut dapat dikembangkan secara terarah tanpa menghilangkan fungsi utama pasar sebagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat.
( Pay/Cakra)


Social Header
Berita