Berita

Breaking News

Sleman Creative Weeks 2026 Menggebrak: Layang-layang hingga Film Satukan Komunitas kreatif

Foto.Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Irawati Palupi Dewi saat jumpa pers di rumah dians bupati,Selasa ( 22/9).dok.cakra


SLEMAN,Cakrainvestigasi.com, – Pemerintah Kabupaten Sleman melalui sektor pariwisata dan ekonomi kreatif kembali mendorong ruang partisipasi masyarakat melalui Sleman Creative Weeks (SCW) 2026. Rangkaian kegiatan seni dan budaya ini akan digelar di sejumlah ruang budaya dan komunitas di Kabupaten Sleman pada akhir September hingga Oktober 2026.

Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Irawati Palupi Dewi, mengatakan SCW 2026 tidak hanya menghadirkan pertunjukan seni, tetapi juga menjadi ruang pertemuan masyarakat, komunitas kreatif, serta pelaku seni untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan.

“Melalui pemutaran film, diskusi, pertunjukan, kompetisi, lokakarya, dan pertemuan antarkomunitas, masyarakat memiliki kesempatan untuk tidak hanya menjadi penonton, tetapi turut berpartisipasi dalam proses penciptaan dan pertukaran pengetahuan,” ujar Irawati.

Menurutnya, SCW 2026 menghadirkan empat agenda utama dengan karakter dan pendekatan artistik yang berbeda. Keempatnya yakni Sleman Kite Festival, Bedog Arts Fest, Pesta Boneka, serta Sinergi Sinema Sleman dan Sleman Film Competition oleh KDM CINEMA.

Empat Agenda Seni dan Budaya

Sleman Kite Festival dijadwalkan berlangsung pada 27 September 2026 di Pondok Pesantren Minggir Gus Muwafiq. Kegiatan ini menghadirkan layang-layang, permainan, kreativitas, serta aktivitas komunitas dengan memanfaatkan ruang terbuka sebagai tempat pertemuan masyarakat.

Selanjutnya, Bedog Arts Fest akan berlangsung pada 2–10 Oktober 2026 di Studio Banjarmili. Agenda tersebut mengusung seni pertunjukan tari dengan eksplorasi tubuh, gerak kolektif, serta hubungan manusia dengan lingkungan.

Sementara Pesta Boneka digelar pada 6–11 Oktober 2026 di Ruang Pana, Komplek Kampoeng Media. Program ini mempertemukan berbagai cerita, imajinasi, dan pengalaman melalui pertunjukan teater boneka dari beragam latar budaya.

Adapun Sinergi Sinema Sleman dan Sleman Film Competition oleh KDM CINEMA akan menjadi ruang bagi masyarakat untuk melihat kehidupan melalui medium film, mempertemukan berbagai perspektif, sekaligus membangun percakapan publik.

Program sinema tersebut dijadwalkan berlangsung pada 27 September, 6 Oktober, dan 10 Oktober 2026.

Irawati menjelaskan, keberagaman program dalam SCW 2026 menjadi bagian dari upaya membuka ruang pertemuan antara tradisi dan ekspresi seni kontemporer.

“Layang-layang, tari, teater boneka, dan film memiliki medium serta sejarah yang berbeda, tetapi dapat dipertemukan dalam satu rangkaian festival,” jelasnya.

Dorong Partisipasi Masyarakat

SCW 2026 juga dirancang agar masyarakat dan komunitas kreatif tidak hanya berperan sebagai penonton. Berbagai kegiatan seperti diskusi, lokakarya, kompetisi, pertunjukan dan pertemuan antarkomunitas menjadi ruang bagi masyarakat untuk terlibat secara langsung.

Konsep tersebut sekaligus menjadikan festival sebagai ruang pendidikan publik. Masyarakat dapat memperoleh pengalaman sekaligus berinteraksi dengan komunitas serta mengenal praktik budaya yang beragam.

Dengan agenda yang tersebar di berbagai ruang budaya dan komunitas, SCW 2026 tidak terpusat pada satu lokasi maupun satu bentuk kesenian. Setiap kegiatan memiliki identitas masing-masing, namun tetap berada dalam satu rangkaian festival.

Dua Lomba Kreatif

Dalam rangkaian SCW 2026 juga terdapat dua agenda kompetisi kreatif, yakni Sleman Film Competition dan Lomba Layang-Layang Kategori Tradisional.

Sleman Film Competition mengangkat sejumlah tema, antara lain dinamika dan identitas budaya, lingkungan dan perubahan iklim, pengarusutamaan gender dan perempuan, inklusivitas, serta anak-anak.

Pendaftaran kompetisi film dibuka mulai 25 September 2026, dilanjutkan proses penjurian pada 27–29 September 2026, sedangkan pengumuman pemenang dijadwalkan pada 6 Oktober 2026.

Sementara itu, Lomba Layang-Layang Kategori Tradisional digelar pada 27 September 2026 di Pondok Pesantren Minggir Gus Muwafiq.

Pendaftaran peserta dibuka pukul 10.00–12.00 WIB, sedangkan perlombaan berlangsung pukul 12.00–16.00 WIB.

Panitia menyediakan hadiah untuk tiga juara, masing-masing Rp1.750.000 untuk juara pertama, Rp1.500.000 untuk juara kedua, dan Rp1.250.000 untuk juara ketiga.

Melalui SCW 2026, penyelenggara berharap ruang seni, budaya, dan ekonomi kreatif di Sleman semakin terbuka bagi masyarakat serta mampu memperkuat kolaborasi lintas generasi dan komunitas.

( Pay/Cakra )

© Copyright 2024 - CAKRAINVESTIGASI.COM