![]() |
| Foto.gubernur DIY dan Bupati Sleman saat acara FKY.dok.hms. |
Sleman,Cakrainvestigasi.com,- Gelaran Festival Kebudayaan Yogyakarta (FKY) 2026 resmi dibuka pada Minggu, (13/9). Berlokasi di Lapangan Pemda Sleman, pembukaan perhelatan kebudayaan tahunan ini dihadiri langsung oleh Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, Bupati Sleman, Wakil Bupati Sleman, serta jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) se-DIY.
Seremoni pembukaan FKY 2026 yang mengusung tema "Aksara" ini dimulai pukul 15.30 WIB menampilkan pertunjukan seni kolaborasi memukau dari Pulung Dance Studio, Praba Sambada Kabupaten Sleman, Komunitas CANTRIK Kulon Progo, Paguyuban Seniman Tari Kabupaten Bantul, Forseta Handayani Gunungkidul, hingga YK Reborn DIY.
Usai membuka FKY 2026, Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X menyampaikan apresiasi atas persiapan dan pelaksanaan acara yang dinilai sangat matang dan teratur. Beliau berharap kesuksesan awal ini dapat terjaga hingga penutupan serta memantik partisipasi aktif dari seluruh lapisan masyarakat.
"Kesan saya sangat baik, tertib, dan persiapannya matang sehingga semuanya berjalan lancar. Semoga sampai akhir acara tetap bagus dan partisipasi publiknya tinggi," ujar Gubernur DIY.
Gubernur DIY juga menyoroti keunikan lokasi acara yang berada di area bernilai sejarah tinggi. Pemilihan lokasi ini dinilai tepat untuk mengingatkan kembali kekayaan sejarah Yogyakarta yang memiliki belasan titik cagar budaya penting sejak era kolonial.
Sementara itu, Bupati Sleman menyatakan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan kepada Sleman sebagai pusat penyelenggaraan FKY 2026. Bupati menekankan bahwa keberhasilan agenda budaya membutuhkan kolaborasi kuat dan terintegrasi antara pemerintah kabupaten/kota dan provinsi.
"Saya sangat bersyukur atas kolaborasi yang terbangun antara kabupaten dan provinsi. Ke depan, kita ingin kolaborasi ini tercermin hingga dalam penyusunan APBD agar program-program budaya dan pariwisata semakin terintegrasi dan tematik," tegas Bupati Sleman.
Lebih lanjut, Bupati Sleman menjelaskan bahwa helatan FKY tidak hanya berfungsi sebagai wadah nguri-uri (melestarikan) budaya lokal, tetapi juga menjadi sarana mengenalkan potensi Sleman secara lebih luas. Kehadiran ribuan pengunjung diyakini memberikan dampak langsung terhadap peningkatan sektor pariwisata serta penguatan ekonomi masyarakat, khususnya pelaku UMKM lokal.
Terkait dengan lokasi acara yang menempati area bersejarah, Pemerintah Kabupaten Sleman menyambut positif potensi pengembangannya di masa depan. Meski saat ini masih dalam tahap gagasan awal, terdapat harapan lokasi tersebut dapat dikembangkan menjadi destinasi wisata sejarah baru, seperti museum atau monumen edukatif.
( Ria/red).

Social Header
Berita