![]() |
| Foto.Kegiatan STAK,RASPUTIN, EMBUN SURGA.dok.stak. |
BANTUL,Cakrainvestigasi.com,- Krisis air bersih akibat kemarau panjang masih menghantui sejumlah wilayah di Kabupaten Bantul. Di Padukuhan Gayam, Kalurahan Jatimulyo, Kapanewon Dlingo, warga bahkan harus merogoh kocek hingga Rp200 ribu-Rp250 ribu untuk membeli satu tangki air demi memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Kondisi tersebut mendorong Komunitas RASPUTIN bersama Yayasan STAK dan Embun Surga bergerak cepat. Selasa (8/9/2026), mereka menyalurkan empat tangki air bersih kepada warga terdampak kekeringan di Padukuhan Gayam dan Padukuhan Kebo Sungu I RT 5, Dlingo, Bantul.
Penyerahan bantuan secara simbolis berlangsung sekitar pukul 11.00 WIB. Bantuan tersebut menjadi bentuk kepedulian masyarakat dan organisasi sosial terhadap warga yang menghadapi keterbatasan air bersih akibat kemarau berkepanjangan.
Warga Mulai Kehabisan Tampungan Air
Kepala Dukuh Gayam, Badarudin, mengatakan bantuan empat tangki air tersebut sangat berarti bagi warga.
“Bantuan empat tangki ini sangat berarti bagi warga kami,” ujar Badarudin.
Menurutnya, Padukuhan Gayam dihuni sekitar 80 kepala keluarga atau 315 jiwa. Namun, belum seluruh rumah warga terhubung dengan jaringan pipa air bersih.
Kondisi semakin berat ketika hujan tidak turun dalam waktu cukup lama.
“Mulai Juni hingga Agustus tidak ada hujan, sehingga tampungan air warga kosong dan kebutuhan air semakin mendesak,” jelasnya.
Warga yang tidak memiliki cadangan air akhirnya harus membeli air tangki secara mandiri.
Harganya pun tidak murah. Menurut Badarudin, warga harus mengeluarkan biaya sekitar Rp200 ribu hingga Rp250 ribu per tangki, sementara air tersebut rata-rata hanya mencukupi kebutuhan sekitar satu minggu.
Bagi sebagian warga, kondisi ini jelas bukan persoalan sederhana. Air yang seharusnya menjadi kebutuhan dasar berubah menjadi beban pengeluaran tambahan di tengah musim kemarau.
Bantuan Dikumpulkan dari Iuran Anggota
Ketua Komunitas RASPUTIN, Budianto, mengatakan bantuan air bersih tersebut dikumpulkan melalui iuran sukarela anggota.
Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang kesulitan memperoleh air bersih.
“Dalam rangka meringankan beban saudara-saudara kita yang kekurangan air, kami menyalurkan bantuan air bersih di berbagai tempat,” kata Budianto.
Ia berharap bantuan tersebut dapat memberikan manfaat langsung bagi warga yang tengah menghadapi kekosongan tampungan air.
“Harapan kami, ormas dan yayasan ini selalu bermanfaat untuk masyarakat dan anggota kami selalu dilancarkan rezekinya. Semoga bantuan seperti ini dapat terus rutin dilaksanakan,” ujarnya.
STAK: Bantuan Harus Sesuai Kebutuhan Warga
Ketua Umum Yayasan STAK, Sigit “Cemo” Susanto, bersama anggota turut hadir dalam penyerahan bantuan.
Sigit menjelaskan, bantuan tersebut berasal dari iuran masyarakat serta anggota RASPUTIN, STAK, dan Yayasan Embun Surga.
“Kami berharap kegiatan ini bisa bermanfaat bagi masyarakat dan bisa berlanjut terus kepada saudara-saudara yang membutuhkan,” jelas Sigit.
Menurutnya, kepedulian terhadap masyarakat tidak harus selalu diwujudkan dalam bentuk yang sama. Bantuan dapat disesuaikan dengan kebutuhan warga dan kondisi di lapangan.
“Bantuan bisa berupa apa saja, sesuai dengan apa yang dibutuhkan masyarakat,” tegasnya.
Bantuan Berlanjut ke Kebo Sungu
Setelah penyaluran di Padukuhan Gayam, bantuan air bersih dilanjutkan ke Padukuhan Kebo Sungu I RT 5, Dlingo, Bantul, yang juga terdampak krisis air.
Perwakilan Embun Surga, Hestiar, berharap aksi tersebut dapat menjadi pemantik tumbuhnya solidaritas masyarakat.
Menurutnya, persoalan kekeringan tidak bisa hanya dihadapi oleh warga terdampak. Dibutuhkan gotong royong dari berbagai pihak agar kebutuhan air bersih masyarakat dapat terpenuhi.
Krisis air di sejumlah wilayah Bantul ini menjadi pengingat bahwa kemarau panjang bukan sekadar persoalan cuaca. Ketika sumber air mengering dan jaringan perpipaan belum menjangkau seluruh rumah, air bersih menjadi kebutuhan mendesak yang menyangkut langsung keberlangsungan hidup warga.
Di tengah kondisi tersebut, gerakan gotong royong seperti yang dilakukan RASPUTIN, STAK, dan Embun Surga menjadi bentuk nyata kepedulian masyarakat terhadap sesama.
( Pujie/red).

Social Header
Berita