![]() |
| Foto.Kejuaraan bulu tangkis tingkat nasional, Piala Raja Hamengku Buwono X ke-2 Sirkuit Nasional (Sirnas) C 2026, resmi dibuka pada Selasa (15/9) DI GOR Kebangsaan Wisdom Park UGM.dok.hms. |
YOGYAKARTA,Cakrainvestigasi.com,- Kejuaraan bulu tangkis tingkat nasional, Piala Raja Hamengku Buwono X ke-2 Sirkuit Nasional (Sirnas) C 2026, resmi dibuka pada Selasa (15/9) DI GOR Kebangsaan Wisdom Park UGM, Sleman. Turnamen ini tidak hanya menjadi ajang perebutan gelar, tetapi juga berhasil memecahkan rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) dengan partisipasi ribuan atlet dari berbagai pelosok tanah air.
Ketua Umum Pengprov PBSI DIY, Kanjeng Pangeran Haryo (KPH) Yudanegara, melaporkan peningkatan antusiasme yang sangat signifikan dibanding penyelenggaraan tahun sebelumnya. Turnamen diikuti oleh 2.817 atlet dari 26 provinsi, 532 klub, dengan total 3.081 pertandingan menggunakan 28 lapangan selama 6 hari di 3 GOR berbeda.
"Piala Raja tahun ini merupakan kebanggaan yang luar biasa. Pada tahun 2025 lalu, Piala Raja menorehkan rekor MURI dengan 2.143 atlet dari 433 klub. Tahun ini, alhamdulillah rekor tersebut kita pertahankan dan tingkatkan," ujar KPH Yudanegara.
Ia juga menegaskan ambisinya untuk membawa kejuaraan ini ke tingkat internasional di masa mendatang. "Insyaallah tahun depan kita akan tingkatkan dari skala nasional menjadi internasional dengan mengajak negara-negara Asia seperti Singapura, Malaysia, dan Thailand," tambahnya.
Sekretaris Jenderal PP PBSI, Ricky Subagja, yang hadir membacakan sambutan Ketua Umum PP PBSI, mengapresiasi kesiapan PBSI DIY serta menegaskan pentingnya ajang ini bagi sistem pembinaan atlet nasional.
"Sirnas C DIY ini merupakan bagian dari rangkaian 22 kejuaraan Sirkuit Nasional PBSI tahun 2026. Kompetisi harus menjadi bagian tak terpisahkan dari pembinaan yang sistematis, terukur, dan berkelanjutan. Selain itu, pada Sirnas C ini juga mulai diterapkan sistem skor baru yaitu 3x15 (the best of three)," kata Ricky Subagja.
Sementara itu, Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X, secara resmi membuka kejuaraan tersebut dengan memberikan pesan mendalam mengenai hakikat olahraga dan pembentukan karakter atlet.
"Bulu tangkis mengajarkan keselarasan. Pukulan keras harus bertemu ketepatan, kecepatan perlu disertai pengendalian. Di sanalah kematangan seorang atlet diuji—pada kemampuan menguasai kok dan lapangan, sekaligus menguasai dirinya sendiri. Prestasi dapat mengantarkan seseorang menuju podium, tetapi karakterlah yang menentukan apakah kehormatan tetap menyertainya ketika ia turun dari podium," tegas Sri Sultan Hamengkubuwono X.
Dengan pemukulan kok pertama oleh Sri Sultan Hamengkubuwono X, turnamen Piala Raja HB X 2026 resmi dimulai, membawa harapan lahirnya generasi emas bulu tangkis Indonesia yang mendunia.
Bupati Sleman, Harda Kiswaya, yang turut hadir mendampingi jalannya pembukaan, menyampaikan rasa bangga atas terpilihnya kembali Sleman sebagai tuan rumah turnamen akbar ini. Beliau berharap ajang ini melahirkan bibit-bibit unggul nasional sekaligus menggerakkan sport tourism di Sleman.
"Pemerintah Kabupaten Sleman sangat mendukung penuh penyelenggaraan Piala Raja ini. Fasilitas olahraga tentunya terus kami optimalkan di Sleman. Kami berharap ajang ini sukses melahirkan generasi emas bulu tangkis masa depan Indonesia yang siap go international," ungkap Harda Kiswaya.
( Ria/red)


Social Header
Berita