Berita

Breaking News

Usung Slogan “Manunggaling Cipto, Roso lan Karsa”, Calon Lurah Ngoro-oro Tekankan Semangat Membangun Desa

 

Foto calon lurah ngoro-ngoro ngoro nomer urut 2.dok.cakra.


GUNUNGKIDUL,Cakrainvestigasi.com,— Suasana menjelang Pemilihan Lurah (Pilur) Kalurahan Ngoro-oro, Kapanewon Patuk, Kabupaten Gunungkidul, mulai terasa. Sejumlah alat peraga kampanye mulai bermunculan, salah satunya banner berukuran besar yang mengusung slogan berbahasa Jawa, “Manunggaling Cipto, Roso lan Karsa, Mbangun Deso Ngoro-oro."

Banner tersebut menampilkan foto sejumlah sesepuh dan tokoh masyarakat Ngoro-oro. Di bagian latar, terlihat gambar alat berat excavator yang tengah bekerja. Visual tersebut menjadi simbol perpaduan antara penghormatan terhadap para pendahulu dan semangat pembangunan di wilayah tersebut.

Calon Lurah Ngoro-oro yang memasang banner tersebut menjelaskan bahwa slogan Manunggaling Cipto, Roso lan Karsa memiliki makna menyatukan pikiran, perasaan, dan kehendak dalam membangun desa.

“Manunggaling Cipto, Roso lan Karsa itu artinya menyatukan pikiran, perasaan dan kehendak. Kalau semua sudah manunggal, maka membangun Desa Ngoro-oro akan lebih mudah dan hasilnya bisa dirasakan bersama oleh masyarakat,” ungkapnya saat ditemui di Ngoro-oro, Jumat (25/9/2026).

Menurutnya, pembangunan desa membutuhkan kebersamaan dan tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Karena itu, keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam menentukan arah pembangunan Kalurahan Ngoro-oro.

Ia juga menjelaskan penggunaan foto para sesepuh dan tokoh masyarakat dalam banner tersebut. Menurutnya, hal itu merupakan bentuk ngajeni atau penghormatan terhadap jasa para pemimpin dan tokoh yang telah berkontribusi bagi Ngoro-oro.

Sementara gambar excavator, lanjut dia, menggambarkan semangat pembangunan, khususnya dalam mendorong peningkatan infrastruktur di wilayah Ngoro-oro.

“Excavator ini simbol pembangunan. Ke depan, pembangunan infrastruktur seperti jalan lingkungan, talud maupun infrastruktur pertanian perlu terus didorong,” ujarnya.

Kemunculan slogan tersebut mendapat perhatian dari sejumlah warga. Mereka berharap pelaksanaan Pilur Ngoro-oro dapat berlangsung aman, tertib, dan kondusif serta tetap menjaga kerukunan masyarakat.

Pilur Kalurahan Ngoro-oro nantinya menjadi bagian dari proses demokrasi di tingkat kalurahan. Para calon akan diuji melalui gagasan, program, serta komitmen mereka dalam membawa Ngoro-oro ke arah pembangunan yang lebih baik.

Di tengah dinamika Pilur, semangat “Manunggaling Cipto, Roso lan Karsa” menjadi pesan tentang pentingnya menyatukan pikiran, perasaan, dan kehendak seluruh elemen masyarakat dalam membangun Kalurahan Ngoro-oro.

( Red)

© Copyright 2024 - CAKRAINVESTIGASI.COM