Berita

Breaking News

Bukan Sekadar Ngebut, Raihana Buktikan Perempuan Juga Bisa Taklukkan Lintasan Drift

Foto.Raihana Buktikan Perempuan Juga Bisa Taklukkan Lintasan Drift.dok.hrs.


Semarang,Cakrainvestigasi.com,- Deru mesin dan asap ban menjadi pemandangan yang tak asing di Sirkuit Mijen, Semarang, dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Passion Drift Putaran IV, 2–4 Oktober 2026. Di tengah dominasi pembalap laki-laki, muncul sosok pembalap muda perempuan asal Kabupaten Temanggung yang mencuri perhatian.

Dia adalah Raihana Anaya Setyawan, siswi kelas XI SMA Negeri 2 Temanggung yang baru berusia 17 tahun. Untuk pertama kalinya, Raihana berani membawa kemampuannya ke ajang drifting tingkat nasional dengan turun di kelas Women Novice menggunakan BMW E46 bermesin 2.500 cc.

Bagi Raihana, kejuaraan di Sirkuit Mijen bukan sekadar perlombaan. Ajang tersebut menjadi langkah pertamanya mengenal atmosfer kompetisi sekaligus menguji keberanian dan mental di lintasan.

Menariknya, Raihana mengikuti kejuaraan secara mandiri atau privateer, tanpa bergabung dengan tim tertentu. Ia menjadi salah satu peserta muda dari sekitar 50 pembalap yang ambil bagian dalam Kejurnas Passion Drift Putaran IV. Sekitar 14 di antaranya merupakan pembalap perempuan.

Dalam debut tersebut, Raihana mendapat dukungan penuh dari kedua orang tuanya, Wahyu Adhi Setyawan, SE, yang akrab disapa Papi Wawan, dan Yuni Listyawati, SIP.

Wahyu mengungkapkan, putrinya baru mengenal dan menekuni olahraga drifting sekitar tujuh hingga 10 bulan terakhir. Sebelum tampil di Sirkuit Mijen, Raihana bahkan belum pernah sekalipun mengikuti perlombaan drifting.

"Ini pertama kali anak saya mengikuti kejurnas, bahkan pertama kali ikut lomba drifting. Sebelumnya belum pernah mengikuti kejuaraan di mana pun," ujar Wahyu, Jumat (2/10/2026).

Ketertarikan Raihana terhadap dunia otomotif bermula dari sang ayah yang sebelumnya memiliki pengalaman di dunia olahraga otomotif, khususnya off-road. Dari sekadar mencoba, Raihana justru menemukan ketertarikan baru dan kemudian semakin serius menjalani latihan.

Bagi Wahyu, drifting bukan olahraga yang hanya mengandalkan keberanian memacu kendaraan. Seorang drifter dituntut mampu mengendalikan mobil secara presisi ketika kendaraan meluncur dalam posisi sliding.

Konsentrasi, ketelitian, koordinasi tangan dan kaki, hingga kemampuan menentukan momentum menjadi bagian penting dalam mengendalikan mobil di lintasan.

"Kapan harus menginjak gas, kapan mobil harus dibuat slide, dan kapan menarik rem tangan. Semuanya membutuhkan ketepatan," jelasnya.

Menariknya, kemampuan Raihana di luar dunia otomotif juga dinilai menjadi modal tersendiri. Sebelum terjun ke drifting, Raihana memiliki prestasi di bidang musik dengan meraih juara ketiga dalam kompetisi piano tingkat internasional.

Wahyu menilai keterampilan mengoordinasikan jari-jari ketika bermain piano menjadi salah satu kemampuan yang dapat mendukung koordinasi saat mengendalikan mobil.

Selain itu, Raihana juga rutin menjaga kebugaran melalui olahraga tenis dan golf. Hal tersebut dilakukan untuk menunjang kesiapan fisik dan konsentrasi selama menjalani aktivitas di lintasan.

Untuk mendukung debutnya, Raihana menggunakan BMW E46 bermesin 2.500 cc yang telah dipersiapkan khusus untuk kebutuhan drifting. Mobil tersebut menjalani berbagai penyesuaian, di antaranya pada bagian kaki-kaki, pemasangan roll bar sebagai perangkat keselamatan, penyetelan komputer mesin, hingga penggunaan tangki bahan bakar khusus balap.

Persiapan kendaraan dilakukan secara bertahap selama kurang lebih satu tahun. Setelah mobil siap, Raihana mulai menggunakannya untuk berlatih dan mempersiapkan diri menghadapi kompetisi.

Tantangan pun langsung dihadapi pada debutnya. Karakter Sirkuit Mijen yang membutuhkan teknik pengendalian kendaraan serta kondisi cuaca panas menjadi bagian dari pengalaman baru bagi pembalap muda tersebut.

Pada Jumat (2/10/2026), para peserta menjalani sesi official practice untuk mengenali karakter lintasan sekaligus mematangkan persiapan sebelum memasuki tahapan perlombaan.

Bagi Wahyu, hasil akhir memang tetap menjadi harapan. Namun, jauh lebih penting dari sekadar mengejar podium adalah bagaimana putrinya mendapatkan pengalaman dan keberanian untuk menghadapi tantangan.

"Harapan saya tentu bisa mendapatkan juara. Namun, yang tidak kalah penting adalah melatih mental anak. Dengan mengikuti kejuaraan seperti ini, dia bisa belajar menghadapi tantangan dan mendapatkan pengalaman baru," ungkapnya.

Wahyu dan Yuni pun berusaha memberikan pendampingan penuh selama Raihana menjalani latihan maupun kompetisi. Dukungan keluarga menjadi bagian penting dalam langkah awal Raihana memasuki dunia drifting.

Debut di Kejurnas Passion Drift Putaran IV tersebut menjadi pintu pertama bagi Raihana untuk mengenal kerasnya kompetisi drifting nasional. Dari Sirkuit Mijen, pengalaman baru itu diharapkan menjadi bekal bagi siswi 17 tahun tersebut untuk terus mengembangkan kemampuan dan menambah jam terbang di lintasan.

Raihana Anaya Setyawan merupakan putri tunggal pasangan Wahyu Adhi Setyawan, SE, dan Yuni Listyawati, SIP. Ia tercatat sebagai warga Kelurahan Kowangan, Kecamatan Temanggung, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah.

( Horas )

© Copyright 2024 - CAKRAINVESTIGASI.COM