Berita

Breaking News

Bukan Sekadar Serap Anggaran, Polda DIY Siapkan PRISMA RENA Berbasis Risiko

Foto.Polda DIY Luncurkan Inovasi PRISMA RENA,dok


YOGYAKARTA,Cakrainvestigasi.com, – Polda DIY memperkuat tata kelola perencanaan dan penganggaran melalui inovasi PRISMA RENA. Sistem ini dirancang untuk memastikan setiap usulan anggaran memiliki dasar kebutuhan yang jelas, terukur, serta sesuai prioritas dan sasaran kinerja organisasi.

Inovasi yang dikembangkan Biro Perencanaan Umum dan Anggaran (Biro Rena) Polda DIY tersebut disosialisasikan pada 15–21 Oktober 2026. Program ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan efektivitas penggunaan anggaran di lingkungan kepolisian.

PRISMA RENA merupakan proyek perubahan yang digagas AKBP Iqbal Yudhi, S.I.K., M.H., selaku Kabag Renprogar Biro Rena Polda DIY sekaligus Project Leader.

Melalui inovasi ini, proses perencanaan anggaran tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan administrasi, tetapi juga mempertimbangkan risiko, prioritas tugas, serta hasil yang ingin dicapai.

Salah satu instrumen utama yang diterapkan adalah Risk-Budget Linkage. Mekanisme ini menghubungkan identifikasi risiko dengan sasaran kinerja, program atau kegiatan, kebutuhan mitigasi, hingga alokasi anggaran.

Dengan pola tersebut, setiap usulan anggaran diharapkan memiliki alasan dan pertimbangan yang dapat dipertanggungjawabkan. Penentuan prioritas pun dapat dilakukan berdasarkan kebutuhan nyata dan tingkat risiko yang dihadapi.

Tak hanya itu, PRISMA RENA juga dilengkapi mekanisme Validation Gate atau tahapan validasi usulan. Proses ini digunakan untuk memeriksa kelengkapan administrasi, kesesuaian antara risiko dan sasaran kinerja, hingga konsistensi program dengan kebutuhan biaya.

Setiap usulan harus melewati tahapan pemeriksaan dan otorisasi sesuai kewenangan sebelum dilanjutkan ke proses berikutnya.

Untuk memperkuat pengawasan, inovasi ini turut memanfaatkan dashboard dan sistem peringatan dini. Fasilitas tersebut memungkinkan perkembangan usulan dipantau, kebutuhan koreksi diidentifikasi, serta tindak lanjut dievaluasi secara lebih sistematis.


Kabidhumas Polda DIY Kombes Pol Ihsan, S.I.K., M.M., mengatakan inovasi tata kelola anggaran harus berorientasi pada peningkatan efektivitas pelaksanaan tugas kepolisian dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

"Perencanaan dan penganggaran yang baik harus berangkat dari kebutuhan yang jelas, mempertimbangkan risiko, serta memiliki sasaran yang terukur. Melalui PRISMA RENA, diharapkan setiap dukungan anggaran dapat semakin tepat sasaran, sehingga pelaksanaan tugas kepolisian berjalan lebih efektif dan manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat," ujar Ihsan.

Menurutnya, keberhasilan penerapan sistem tersebut tidak hanya ditentukan oleh teknologi atau mekanisme yang dibangun. Konsistensi pelaksanaan, koordinasi antarbagian, serta komitmen personel juga menjadi faktor penting.

Karena itu, pengembangan PRISMA RENA dilakukan secara bertahap melalui penyusunan pedoman, pembahasan lintas fungsi, uji penerapan, hingga evaluasi dengan melibatkan masukan para pengguna.

Polda DIY berharap inovasi tersebut mampu memperkuat kualitas pengambilan keputusan anggaran agar lebih transparan, akuntabel, dan berbasis data. Dengan demikian, anggaran yang dialokasikan dapat mendukung kebutuhan operasional kepolisian secara optimal dan bermuara pada peningkatan pelayanan kepada masyarakat.

Upaya tersebut sejalan dengan semangat "Polisi Bersama Masyarakat".

( Pay/Cakra ).

© Copyright 2024 - CAKRAINVESTIGASI.COM