![]() |
| Foto.pamlet kegiatan.dok. |
SLEMAN, Cakrainvestigasi.com,- Festival animasi internasional 6th Craft International Animation Festival atau Craft Animfest 2026 kembali digelar di Yogyakarta pada 23–28 Oktober 2026. Mengusung tema “Moving On” festival ini menghadirkan lebih dari 80 film pendek animasi dari lebih dari 30 negara untuk merayakan keberagaman teknik animasi, khususnya seni animasi berbasis keterampilan tangan (handcrafting).
Bertempat di BBPPMPV Seni dan Budaya, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), festival ini menjadi ruang pertemuan bagi animator, seniman, akademisi, pelaku industri kreatif, serta penonton dari berbagai negara.
Craft Animfest 2026 hadir di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital dan otomatisasi industri kreatif. Festival ini berupaya mengangkat kembali nilai seni kriya dan teknik animasi manual yang dinilai memiliki karakter artistik tersendiri di tengah dominasi teknologi Computer Generated Imagery (CGI).
Festival tersebut berawal dari diskusi pada 2016 antara sineas Indonesia Chonie Prysilia dan Hizkia Subiyantoro bersama sutradara asal Polandia, Piotr Kardas. Gagasan itu kemudian berkembang menjadi ruang apresiasi bagi berbagai teknik animasi tradisional dan kontemporer.
Melalui tema “Moving On”, penyelenggaraan tahun ini mengajak pelaku animasi untuk terus bergerak, berinovasi, dan mengembangkan seni animasi tanpa meninggalkan akar kreativitas berbasis material dan keterampilan tangan.
Asia Tenggara menjadi salah satu fokus perhatian karena memiliki kekayaan tradisi visual, mulai dari wayang, seni pahat, tekstil, hingga tradisi bercerita yang dapat menjadi sumber inspirasi bagi perkembangan animasi dunia.
Puluhan Film Hadir dalam Program Kompetisi Internasional
Selama enam hari penyelenggaraan, Craft Animfest 2026 menyuguhkan sejumlah program pemutaran film yang terbagi dalam kategori kompetisi dan nonkompetisi.
Program kompetisi meliputi International Competition of Stop-Motion & Traditional Techniques in Animation, yang menyoroti karya animasi dengan teknik stop-motion dan teknik tradisional lainnya.
Selain itu, terdapat Southeast Asia Competition of All Techniques in Animation yang menghadirkan karya dari kawasan Asia Tenggara, serta Shorts for Kids Competition of Stop-Motion & Traditional Techniques in Animation.
Program khusus anak tersebut bekerja sama dengan komunitas Ruang Anak Nitiprayan. Anak-anak tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga dilibatkan sebagai juri untuk film animasi tanpa dialog.
Sementara itu, program nonkompetisi mencakup Panorama Animasi Indonesia, yang menampilkan produksi animasi lokal, serta Digital Panorama untuk menghadirkan karya animasi berbasis digital.
Peringati 100 Tahun Film Animasi “The Adventures of Prince Ahmed”
Salah satu agenda utama Craft Animfest 2026 adalah pemutaran khusus film animasi The Adventures of Prince Ahmed karya Lotte Reiniger, yang dirilis pada 1926. Pemutaran ini menjadi bagian dari peringatan 100 tahun film animasi panjang tersebut dan akan diiringi musik secara langsung.
Komposisi musik digarap oleh musisi asal Yogyakarta, Dimawan Krisnowo Adji, dengan konsep musikal yang menggambarkan perjalanan dari Barat melintasi Timur Tengah hingga mencapai Timur.
Program ini mendapat dukungan Goethe-Institut dan mengangkat hubungan historis antara animasi siluet dengan seni pertunjukan bayangan Asia, termasuk wayang kulit.
Selain pemutaran tersebut, festival menghadirkan program khusus Quiet Bitter: Flavours of Thai Independent Animation (FOTA). Program yang dikuratori Keawalee Warutkomain dari SiamANIMA ini menampilkan delapan film pendek dengan durasi keseluruhan sekitar 57 menit, yang mengangkat pergulatan emosi dan kehidupan masyarakat Thailand.
Program lainnya adalah Animation Kingdom International, yang menampilkan karya animator muda dari Fakultas Film, Teater dan Animasi Universiti Teknologi MARA (UiTM), Malaysia.
Ada pula Animation Stories Inspired by Shadow Play, program berdurasi sekitar 60 menit yang dikuratori tokoh animasi Malaysia, Hassan Muthalib. Program ini menampilkan tujuh film pendek dari Malaysia, Singapura, dan Indonesia yang mengeksplorasi seni siluet serta inspirasi dari wayang kulit.
Konferensi Animasi Hadirkan Praktisi dari Berbagai Negara
Craft Animfest 2026 juga menyelenggarakan Animasi Conference pada 26–27 Oktober 2026. Forum ini mempertemukan kreator independen, akademisi, dan praktisi industri untuk membahas distribusi film, pengembangan talenta, serta perkembangan teknologi animasi.
Pada hari pertama, konferensi menghadirkan sesi diskusi distribusi film pendek bersama Lulu Ratna dari Boemboe Organization. Forum akademik bertajuk “Nurturing Next-Gen Animation Talent in Southeast Asia” juga akan membahas pengembangan talenta animasi generasi baru di Asia Tenggara.
Sejumlah narasumber yang dijadwalkan hadir antara lain Patara Nimmol dari Thailand, Siti Hajar Aznam dari Malaysia, Ehwan Kurniawan dari Indonesia, serta Ang Qing Seng dari Singapura.
Pada hari kedua, agenda berlanjut dengan pembahasan pemberdayaan komunitas animasi, industri film independen, desain produksi, teknologi real-time rendering, serta penerapan Extended Reality (XR) dalam produksi film.
Narasumber yang dijadwalkan mengisi sesi tersebut meliputi Hizaro dari Blender Army Indonesia, Yusron Fuadi dari Lodhong Krupuk, Chris Lie dari Caravan Studio, Wahib Muhammad Afif dari Kampoong Monster Studio, serta Upie Guava dari DossGuava XR Studio.
Animasi Camp dan Workshop Teknik Stop-Motion
Selain pemutaran film dan konferensi, festival ini menghadirkan Animasi Camp 2026 pada 24–26 Oktober 2026. Program karantina kreatif selama tiga hari dua malam tersebut berlangsung di BBPPMPV Seni dan Budaya, Sleman, dengan fokus pada pematangan tahap praproduksi film pendek.
Peserta akan mendapatkan pendampingan dari mentor nasional dan internasional, yakni Hassan Abd. Muthalib dari Malaysia, Chandra Endroputro, Ang Qing Seng dari Singapura, Sweta Kartika, serta Michaela Clarisa Levy.
Festival ini juga menghadirkan Masterclass & Workshop Stop-Motion Builder bersama seniman visual dan pertunjukan Yayan Agus Prasetya. Kegiatan tersebut berfokus pada teknik membangun set stop-motion artistik serta merancang armature atau kerangka boneka yang presisi untuk kebutuhan produksi animasi.
Melalui sesi ini, peserta berkesempatan mempelajari aspek teknis pembuatan animasi manual sekaligus memahami pengalaman kreatif dalam mengembangkan karya stop-motion.
Gatot Indrajati Garap Identitas Visual Festival
Untuk identitas visual tahun ini, Craft Animfest menggandeng perupa kontemporer Gatot Indrajati. Ia menerjemahkan tema “Moving On” melalui ilustrasi di atas kanvas yang menampilkan sosok imajiner, rangkaian baterai, karakter bermata, serta lanskap hijau dengan elemen awan.
Visual tersebut merepresentasikan semangat pergerakan, kemajuan, dan gotong royong dalam menghadapi perubahan.
Penyelenggaraan Craft Animfest 2026 juga bertepatan dengan Hari Animasi Sedunia yang diperingati setiap 28 Oktober. Momentum tersebut diharapkan dapat memperkuat perhatian terhadap keberagaman teknik animasi sekaligus membuka ruang pertemuan antara talenta muda dan ekosistem animasi internasional.
Festival ini diinisiasi dan diselenggarakan oleh Yayasan Cipta Krita Animasi, Animasi Club Indonesia, dan Hizart Studio.
Melalui rangkaian pemutaran film, konferensi, kamp kreatif, serta lokakarya, Craft Animfest 2026 berupaya mempertemukan tradisi dan inovasi sekaligus memperkuat posisi seni animasi berbasis kriya dalam perkembangan industri kreatif global.
( Pay/Cakra )

Social Header
Berita