Berita

Breaking News

JPN Jatim Resmi Diluncurkan, Alissa Wahid Dorong Sinergi Psikologi Modern dan Nilai Keislaman

Foto.Penasehat JPN Pusat, Hj. Alissa Wahid, M.Sc.dok.


Surabaya, Cakrainvestigasi.com,– Jaringan Psikologi Nahdliyin (JPN) Jawa Timur resmi diluncurkan sebagai wadah penguatan layanan kesehatan mental berbasis keilmuan psikologi dan nilai-nilai keislaman. Gerakan ini diharapkan mampu memperluas edukasi serta pendampingan psikologis bagi masyarakat, khususnya di lingkungan pesantren dan madrasah.

Penasehat JPN Pusat, Hj. Alissa Wahid, M.Sc., Psikolog, menekankan pentingnya menyelaraskan pendekatan psikologi modern dengan tradisi keislaman dalam merespons tantangan kesehatan mental masyarakat. Hal tersebut disampaikannya saat menjadi *keynote speaker* dalam peluncuran JPN Jawa Timur melalui Zoom Cloud Meetings, Sabtu (10/10/2026).

Alissa menyoroti pentingnya mengintegrasikan nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jama'ah an-Nahdliyah dengan metode psikologi yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

"Bagaimana kita bisa menyatukan pendekatan islami ala Ahlussunnah wal Jama'ah an-Nahdliyah dengan pendekatan-pendekatan psikologi yang ilmiah seperti psikometri," tegasnya.

Peluncuran JPN Jatim dikemas melalui Webinar Nasional bertema “Mental Health Tanggung Jawab Siapa? Dari Kepedulian Menuju Gerakan Kemaslahatan Umat”. Kegiatan ini menjadi momentum untuk mendorong keterlibatan berbagai elemen masyarakat dalam meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan mental.

Sebelum peluncuran secara daring, pengurus JPN Jatim telah mengawali gerakan melalui sarasehan dan psikoedukasi di Gresik bersama jajaran pengasuh pesantren. Pertemuan tersebut dihadiri Pengasuh PP Qomaruddin KH. Alauddin, utusan FKPP Kabupaten Gresik H. Nailul Muna, serta Ketua RMI PCNU Gresik Gus Musfis Salam.

Prosesi peluncuran virtual dibuka langsung oleh Ketua JPN Pusat, Dr. Hj. Maya Fitria, S.Psi., M.A., Psikolog. Webinar kemudian menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai bidang keilmuan, kelembagaan, dan pengabdian masyarakat.

Mereka di antaranya Dr. H. Isa Ansori, M.Si., Ketua LKK PWNU Jatim; Prof. Dr. Rifa Hidayah, M.Si., Psikolog, Guru Besar Ilmu Psikologi sekaligus pengurus LKK PWNU Jatim; Hj. Hikmah Bafaqih, M.Pd., Wakil Ketua Komisi E DPRD Jatim; Prof. Dr. Abdul Muhid, M.Si., pakar psikologi pendidikan; Hj. Nur Diana Kholidah, S.Ag., M.Pd., Pengasuh PP Nurus Salam Bondowoso; serta Moh. Arvani Zakky Al Kamil, S.Psi., M.Psi., Ketua JPN Jatim.

Diskusi dipandu moderator M. Badril Riza, S.Psi., M.Pd. Pada sesi penutup, Moh. Arvani Zakky Al Kamil memaparkan materi bertajuk “Gerakan Kemaslahatan Umat melalui JPN Jatim”. Paparan tersebut menyoroti pemetaan potensi praktisi psikologi dari kalangan Nahdliyin untuk mendukung pengembangan gerakan kesehatan mental.

Kegiatan yang diikuti ratusan peserta dari berbagai wilayah itu ditutup dengan doa bersama yang dipimpin KH. Su’udul Azka, Pengasuh PP Nurul Huda Sumberwudi, Lamongan.

Perluas Layanan Psikologi di Pesantren dan Madrasah

Tim JPN Jatim sekaligus Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Islam Malang (Unisma), Iqbal Ali Wafa, M.Psi., menegaskan bahwa JPN Jatim akan memperluas kiprahnya dalam edukasi dan layanan psikologi di berbagai bidang.

“Ke depan JPN Jatim akan lebih masif lagi menjadi pelopor kesehatan mental dalam berbagai bidang dan memfasilitasi layanan psikologi bagi umat, terutama di pesantren dan madrasah-madrasah. Kita selalu terbuka untuk bersinergi,” jelasnya.

Dukungan juga disampaikan Pembina JPN Jatim, Dr. Nailatin Fauziyah, M.Si. Ia mengapresiasi terbentuknya gerakan yang diinisiasi para ahli, praktisi psikologi, dan psikolog Nahdliyin tersebut.

“Ini gerakan kepedulian yang diinisiasi para ahli, praktisi psikologi, dan psikolog Nahdliyin bersamaan launching JPN Jawa Timur untuk kemaslahatan umat,” katanya.

Sementara itu, Pembina JPN Jatim lainnya, Dr. Moh. Mahpur, M.Si., menegaskan bahwa JPN tidak boleh berhenti pada kegiatan peluncuran semata. Menurutnya, gerakan ini harus diwujudkan melalui pengabdian berkelanjutan agar ilmu psikologi dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“JPN tidak ingin berhenti pada launching atau seremoni. Sejak awal, semangat yang dibangun adalah bagaimana psikologi dapat menjadi bagian dari khidmat kepada umat,” terangnya.

Dengan peluncuran tersebut, JPN Jatim diharapkan menjadi ruang kolaborasi bagi psikolog, akademisi, praktisi, pesantren, madrasah, dan berbagai elemen masyarakat. Melalui sinergi keilmuan dan nilai-nilai keislaman, gerakan ini diarahkan untuk memperluas kepedulian terhadap kesehatan mental sekaligus menghadirkan layanan psikologi yang bermanfaat bagi umat.

( Pay/Cakra)

© Copyright 2024 - CAKRAINVESTIGASI.COM