Berita

Breaking News

NSC Wates Resmi Beroperasi, Joko Mursito Dorong Ekonomi Lokal dan Ruang Edukasi Film di Kulon Progo

Foto.Joko Mursito saat menghadiri lounching NSC.dok.


KULON PROGO,Cakrainvestigasi.com,- Beroperasinya New Star Cineplex (NSC) di bekas Gedung Bioskop Mandala, Wates, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dinilai menjadi kemajuan penting bagi pengembangan ekonomi lokal sekaligus membuka peluang baru bagi edukasi perfilman generasi muda.

Kepala Kundha Kabudayan Kulon Progo, Joko Mursito, menyambut positif hadirnya kembali bioskop di pusat Kota Wates. Menurutnya, keberadaan NSC bukan sekadar menghadirkan alternatif hiburan bagi masyarakat, tetapi juga berpotensi menggerakkan perekonomian serta memperluas ruang ekspresi bagi sineas muda lokal.

Hal tersebut disampaikan Joko Mursito seusai mendampingi Bupati Kulon Progo dalam peluncuran New Star Cineplex, Minggu (18/10/2026).

Joko menjelaskan, Gedung Bioskop Mandala pada era 1980-an pernah menjadi salah satu kebanggaan masyarakat Kulon Progo. Namun, setelah lama tidak difungsikan sebagai bioskop, bangunan tersebut sempat dimanfaatkan untuk depo arsip pemerintah daerah dan Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Kini, melalui revitalisasi dan pengoperasian kembali sebagai NSC, gedung tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.

“Dengan dibangunnya kembali dan beroperasinya gedung bioskop ini, bisa menambah ruang bagi masyarakat kita untuk menggeliatkan perekonomian. Sekarang kalau mau menonton film tidak perlu ke luar Kulon Progo, karena di Kulon Progo juga sudah ada, dengan tarif yang relatif lebih murah,” ujar Joko.

 Libatkan Tenaga Kerja Lokal dan UMKM

Dari sisi ekonomi, Joko menilai keberadaan NSC berpotensi memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar. Hal ini didukung keterlibatan tenaga kerja lokal dalam operasional bioskop serta partisipasi masyarakat dalam mendukung aktivitas ekonomi di kawasan tersebut.

Menurutnya, pengelolaan parkir yang melibatkan masyarakat melalui karang taruna dan unsur Jaga Warga juga menjadi bentuk partisipasi warga dalam mendukung keberlangsungan fasilitas hiburan tersebut.

Selain itu, keberadaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitar lokasi diharapkan dapat membuka peluang usaha serta meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat.

“Pengelolaannya juga melibatkan masyarakat. Parkir dikelola oleh karang taruna dan Jaga Warga, kemudian UMKM juga ada di situ. Ini menjadi bagian dari dampak ekonomi yang diharapkan bisa dirasakan masyarakat Kulon Progo,” jelasnya.

Dengan demikian, keberadaan NSC diharapkan tidak hanya menguntungkan sektor hiburan, tetapi juga memberikan efek berganda bagi tenaga kerja, pelaku UMKM, dan masyarakat di sekitar kawasan bioskop.

 Berpeluang Jadi Ruang Edukasi dan Promosi Film Lokal

Selain aspek ekonomi, Joko Mursito menyoroti peluang kerja sama di bidang edukasi dan pengembangan perfilman daerah.

Ia menjelaskan, Kundha Kabudayan Kulon Progo memiliki program sekolah film yang telah berjalan hampir 10 tahun. Program tersebut menjadi wadah bagi generasi muda untuk belajar memproduksi film dengan standar yang baik.

Menurutnya, beroperasinya NSC dapat menjadi tantangan sekaligus peluang bagi anak-anak muda Kulon Progo untuk mengembangkan karya perfilman mereka agar dapat dikenal lebih luas.

Joko berharap, ke depan dapat terjalin sinergi dengan pengelola NSC untuk membuka peluang pemutaran film edukatif, karya sineas muda lokal, maupun konten yang mengangkat pesan-pesan kebudayaan.

“Kami punya sekolah film yang sudah berjalan hampir 10 tahun untuk mendidik anak-anak dan generasi muda agar bisa memproduksi film berstandar. Ini akan menjadi tantangan tersendiri bagi anak-anak muda Kulon Progo,” ungkapnya.

Ia menambahkan, karya-karya film produksi anak daerah berpeluang ditampilkan di bioskop apabila memungkinkan dan melalui koordinasi dengan pengelola, tanpa mengganggu jadwal pemutaran film komersial yang telah ditetapkan.

“Siapa tahu nanti bisa menampilkan karya-karya mereka. Tentu tanpa mengganggu jadwal yang sudah ada di gedung bioskop tersebut. Harapannya, bisa disinergikan agar dampaknya lebih luas, termasuk untuk menyampaikan pesan-pesan budaya melalui karya anak-anak Kulon Progo sendiri,” imbuh Joko.

 Hiburan Lebih Dekat, Manfaat Diharapkan Lebih Luas

Kehadiran NSC di Wates diharapkan menjadi alternatif hiburan yang lebih mudah dijangkau masyarakat tanpa harus bepergian ke luar daerah. Di sisi lain, pemanfaatan kembali Gedung Bioskop Mandala juga membuka kesempatan untuk menghidupkan kembali fungsi bangunan bersejarah tersebut melalui kegiatan ekonomi dan kebudayaan.

Bagi Joko Mursito, sinergi antara pemerintah daerah, pengelola bioskop, pelaku UMKM, komunitas budaya, dan generasi muda menjadi faktor penting agar manfaat kehadiran NSC tidak berhenti pada sektor hiburan semata.

Ke depan, bioskop tersebut diharapkan dapat berkembang menjadi ruang yang mendukung pertumbuhan ekonomi lokal sekaligus membuka peluang bagi generasi muda Kulon Progo untuk berkarya, berinovasi, dan memperkenalkan budaya daerah melalui medium film.

( Pay/Cakra )

© Copyright 2024 - CAKRAINVESTIGASI.COM