Berita

Breaking News

Pemkab Kulon Progo Rangkul Gerakan Mahasiswa, IMM Tegaskan Komitmen Perkaderan dan Aksi Nyata




Foto.Wakil Bupati Kulon Progo, Ambar Purwoko, saat membuka Musyawarah Cabang (Musycab) ke-15 IMM Kulon Progo di Aula Adikarta, Sabtu (10/10/2026).dok.kmf.


KULON PROGO,Cakrainvestigasi.com,– Pemerintah Kabupaten Kulon Progo menegaskan komitmennya mendukung kegiatan positif generasi muda, termasuk gerakan mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM). Dukungan tersebut diwujudkan melalui keterbukaan pemanfaatan fasilitas pemerintah untuk kegiatan organisasi dan kepemudaan yang bermanfaat bagi masyarakat.

Komitmen itu disampaikan Wakil Bupati Kulon Progo, Ambar Purwoko, saat membuka Musyawarah Cabang (Musycab) ke-15 IMM Kulon Progo di Aula Adikarta, Sabtu (10/10/2026).

Ambar menegaskan, fasilitas publik yang dikelola pemerintah daerah pada prinsipnya harus dapat dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai kegiatan positif, termasuk aktivitas organisasi mahasiswa.

“Maka dari itu kewajiban pemerintah harus membuka, ini adalah milik rakyat. Tentu ini adalah milik semuanya masyarakat Kabupaten untuk kegiatan positif, untuk kegiatan organisasi-organisasi seperti ini,” ujar Ambar.

Menurutnya, dukungan terhadap generasi muda tidak cukup hanya dengan menyediakan fasilitas. Pemerintah juga perlu membangun pola komunikasi yang lebih terbuka dan menyesuaikan diri dengan karakter generasi muda tanpa mengabaikan etika, norma, serta tanggung jawab.

“Saatnya birokrasi-birokrasi, ada saatnya kita bergaul dengan anak muda, kita harus style-nya juga anak muda. Yang pasti kita tetap menjaga kehormatan, menjaga norma-norma, dan tetap menjaga amanah,” lanjutnya.

Pernyataan tersebut menjadi penegasan bahwa pemerintah daerah perlu membuka ruang kolaborasi dengan mahasiswa dan organisasi kepemudaan agar potensi generasi muda dapat berkembang serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.

 Muhammadiyah Harus Hadir Melalui Gerakan Nyata

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kulon Progo, Subintomo, mengingatkan bahwa identitas Muhammadiyah dan organisasi otonomnya harus tercermin melalui gerakan nyata di tengah masyarakat.

Ia menekankan, organisasi tidak boleh berhenti pada aktivitas administratif atau rutinitas internal, tetapi harus mampu membangkitkan kesadaran umat dan menjawab kebutuhan masyarakat.

“Sampai Muhammadiyah itu tidak ada gerakan, maka artinya sudah keluar dari Muhammadiyah itu sendiri. Karena Muhammadiyah itu adalah sebuah gerakan yang mana gerakan itu untuk membangkitkan kesadaran umat kita,” tegas Subintomo.

Pesan tersebut menjadi tantangan bagi kader IMM untuk terus memperkuat peran mahasiswa sebagai bagian dari gerakan intelektual, sosial, dan keagamaan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

 IMM Usung Tema Merawat Perkaderan dan Membumikan Gerakan

Ketua Umum PC IMM Kulon Progo, Adam Kaneka Putra, menyampaikan bahwa IMM terus berupaya menjaga konsistensi gerakan mahasiswa dengan berpegang pada nilai-nilai Muhammadiyah.

Menurut Adam, IMM memiliki tiga orientasi utama, yakni kemahasiswaan, kemasyarakatan, dan keagamaan. Ketiganya menjadi landasan bagi kader dalam menjalankan peran organisasi, baik di lingkungan kampus maupun di tengah masyarakat.

“IMM selalu berusaha untuk berkontribusi, selalu memegang teguh nilai-nilai Muhammadiyah. Dan kami di Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah punya tiga arah: kemahasiswaan, kemasyarakatan, dan juga keagamaan,” ungkap Adam.

Dalam Musycab ke-15 ini, IMM Kulon Progo mengangkat tema “Merawat Perkaderan dan Membumikan Gerakan”. Tema tersebut menegaskan pentingnya menjaga proses kaderisasi sekaligus menerjemahkan nilai dan gagasan organisasi menjadi aksi nyata.

Adam menjelaskan, perkaderan merupakan salah satu kunci keberlangsungan organisasi. Melalui proses kaderisasi yang berkelanjutan, IMM diharapkan mampu melahirkan kader yang memiliki kapasitas intelektual, integritas, serta kepedulian sosial.

“Kami mengusung tema merawat perkaderan dan membumikan gerakan. Ini menjadi sangat penting bagi kami karena perkaderan adalah kunci bagi berjalannya organisasi,” jelasnya.

 Musycab Jadi Momentum Menentukan Arah Organisasi

Pembukaan Musycab ke-15 IMM Kulon Progo berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan. Sejumlah unsur organisasi Muhammadiyah turut hadir, di antaranya jajaran Pimpinan Daerah Aisyiyah, Pemuda Muhammadiyah, serta perwakilan kader IMM se-Daerah Istimewa Yogyakarta.

Setelah pembukaan, agenda dilanjutkan dengan sidang pleno dan proses pemilihan kepengurusan baru PC IMM Kulon Progo.

Forum Musycab menjadi momentum penting bagi kader untuk melakukan evaluasi kepengurusan, memperkuat konsolidasi organisasi, serta menentukan arah gerakan IMM pada periode berikutnya.

Dengan dukungan pemerintah daerah dan penguatan kaderisasi internal, IMM Kulon Progo diharapkan mampu terus berperan sebagai organisasi mahasiswa yang kritis, progresif, dan responsif terhadap persoalan masyarakat.

Sinergi antara pemerintah, organisasi kemahasiswaan, dan elemen masyarakat diharapkan dapat memperluas ruang partisipasi generasi muda sekaligus mendorong lahirnya gerakan yang berdampak bagi kemajuan Kulon Progo.

( Pay/Cakra )

© Copyright 2024 - CAKRAINVESTIGASI.COM