Berita

Breaking News

Pengendara Nyaris Terjatuh DI Jalan Ngerapah Minim Rambu Keselamatan

Foto.pekerjaan jalan.dok


Purworejo,Cakrainvestigasi.com,- Proyek peningkatan Jalan Ngrapah, Kelurahan Doplang, Kabupaten Purworejo Jawa Tengah menuai sorotan. Kondisi permukaan jalan yang licin akibat material berbutir lepas dikeluhkan pengguna jalan karena dinilai membahayakan keselamatan, terutama pengendara sepeda motor yang melintas di kawasan tikungan.

Seorang pengendara sepeda motor, Surya, warga Baledono, Purworejo, mengaku hampir terjatuh saat melintasi ruas jalan tersebut.

Aspek keselamatan pengguna jalan sudah menjadi prioritas dalam pelaksanaan proyek, atau justru masyarakat dibiarkan menghadapi risiko selama pekerjaan berlangsung.

Pembangunan infrastruktur memang membutuhkan tahapan teknis. Namun, ketika jalan masih digunakan masyarakat, keselamatan pengguna tidak boleh ditempatkan sebagai urusan tambahan yang baru diperhatikan setelah muncul keluhan.

Material yang belum dipadatkan secara sempurna, permukaan jalan yang rawan membuat kendaraan tergelincir, serta rambu peringatan yang dinilai belum memadai merupakan kondisi yang patut segera dievaluasi

Jangan sampai masyarakat harus menanggung risiko kecelakaan hanya karena pekerjaan belum selesai.

DALIH TAHAPAN PEKERJAAN BUKAN ALASAN MENGABAIKAN KESELAMATAN

Kepala Bidang Bina Marga DPUPR Kabupaten Purworejo, Muhammad Ngadnan, menjelaskan bahwa pekerjaan peningkatan Jalan Ngrapah masih berada pada tahap perbaikan lapis pondasi atau raising menggunakan material Lapis Pondasi Agregat (LPA).

Menurut penjelasannya, material yang telah dihamparkan harus dipadatkan dan menjalani pengujian kepadatan sebelum pekerjaan dilanjutkan ke tahap pengaspalan. Pekerjaan tersebut dilaksanakan oleh CV Taktis.

Penjelasan itu memberikan gambaran mengenai tahapan teknis pekerjaan. Namun, ada persoalan lain yang tidak boleh dikesampingkan, bagaimana kondisi jalan tetap aman ketika proses pengerjaan belum selesai.

Tahapan pekerjaan boleh berjalan sesuai prosedur, tetapi pengamanan lokasi juga harus berjalan beriringan.

Proyek belum selesai bukan berarti keselamatan pengguna jalan boleh dipertaruhkan.

Pelaksana pekerjaan perlu memastikan bahwa kondisi jalan yang masih dalam proses pengerjaan dilengkapi penanda bahaya yang jelas, khususnya pada bagian tikungan dan titik yang berpotensi membuat kendaraan kehilangan keseimbangan.

Di sinilah pengawasan dari pihak terkait perlu diuji. Bukan hanya memastikan pekerjaan berjalan sesuai tahapan, tetapi juga memastikan risiko terhadap masyarakat di sekitar lokasi dapat diminimalkan.

RAMBU DINILAI KURANG, MASYARAKAT DIMINTA BERHATI-HATI

Persoalan lain yang mencuat adalah rambu-rambu peringatan yang dinilai belum memadai untuk memberi informasi kepada pengguna jalan.

Padahal, rambu keselamatan menjadi salah satu unsur penting ketika pekerjaan dilakukan pada ruas jalan yang masih dilalui kendaraan.

Tanpa peringatan yang terlihat jelas, pengendara bisa terlambat mengantisipasi kondisi permukaan jalan. Situasi tersebut semakin berisiko ketika kendaraan melintas di tikungan.

Menanggapi hal itu, Ngadnan menyampaikan bahwa sosialisasi pekerjaan dan rambu-rambu telah dilakukan setelah kontrak pekerjaan. Ia juga mengakui perlunya tindak lanjut terkait kemungkinan penambahan rambu di lapangan.

“Nanti akan kami tindak lanjuti dan sampaikan petunjuk agar rambu-rambunya bisa ditambah,” ungkapnya.

Pernyataan tersebut menjadi catatan penting. Jika penambahan rambu masih diperlukan, langkah nyata seharusnya segera dilakukan tanpa harus menunggu munculnya korban kecelakaan.

Imbauan kepada masyarakat agar berhati-hati memang diperlukan. Namun, imbauan saja tidak cukup apabila tidak disertai pengamanan yang memadai.

Masyarakat tidak cukup hanya diminta waspada. Mereka juga berhak mendapatkan perlindungan melalui pengaturan dan pengamanan lalu lintas yang layak selama proyek berlangsung.

PAPAN PROYEK DI MANA? TRANSPARANSI JUGA HARUS DIUJI

Sorotan tidak berhenti pada persoalan keselamatan. Keberadaan papan informasi proyek juga menjadi perhatian.

Pihak terkait menjelaskan bahwa papan proyek berada di sisi jalan besar, di sekitar kawasan Jalan Tentara Pelajar. Namun, posisi dan kelengkapan informasi tersebut masih perlu dipastikan melalui pengecekan langsung di lapangan.

Papan proyek bukan sekadar pelengkap administrasi. Informasi mengenai nama kegiatan, nilai anggaran, sumber dana, pelaksana pekerjaan, dan jangka waktu pelaksanaan merupakan bagian penting dari keterbukaan informasi sesuai ketentuan yang berlaku.

Masyarakat berhak mengetahui pekerjaan apa yang sedang dilaksanakan di lingkungannya, siapa pelaksananya, serta berapa anggaran yang digunakan.

Karena itu, pengecekan terhadap papan informasi proyek menjadi penting untuk memastikan bahwa informasi yang disampaikan kepada publik benar-benar jelas dan dapat diakses.

Transparansi bukan sekadar menyampaikan bahwa papan proyek telah dipasang. Keterbukaan harus dapat dibuktikan melalui informasi yang tersedia dan dapat diperiksa masyarakat.

DPUPR DAN PELAKSANA JANGAN TUTUP MATA

Keluhan pengendara yang mengaku hampir terjatuh semestinya menjadi peringatan serius bagi seluruh pihak yang terlibat dalam proyek peningkatan Jalan Ngrapah.

CV Taktis sebagai pelaksana pekerjaan perlu memastikan pengamanan lokasi berjalan memadai. Sementara itu, pihak DPUPR yang memiliki kewenangan sesuai tugas dan fungsinya perlu memastikan aspek keselamatan serta pelaksanaan pekerjaan mendapatkan perhatian yang semestinya.

Evaluasi kondisi permukaan jalan, penambahan rambu peringatan, penandaan titik rawan, dan pengamanan area pekerjaan tidak seharusnya ditunda apabila kondisi lapangan memang membutuhkan tindakan segera.

Publik juga berhak mendapatkan penjelasan mengenai nilai kontrak, jadwal pelaksanaan, serta langkah pengamanan yang diterapkan selama pekerjaan berlangsung.

Hingga persoalan tersebut terjawab, keluhan pengguna jalan patut menjadi perhatian, bukan sekadar dianggap sebagai konsekuensi biasa dari pembangunan.

Peningkatan jalan seharusnya memberikan manfaat bagi masyarakat, bukan justru menghadirkan kekhawatiran setiap kali warga melintas.

Jangan sampai proyek yang dibangun atas nama kepentingan masyarakat justru mengabaikan keselamatan masyarakat itu sendiri. Jangan menunggu ada korban baru semua pihak sibuk melakukan evaluasi.

( Horas )

© Copyright 2024 - CAKRAINVESTIGASI.COM