Berita

Breaking News

Rawat Menoreh, Sejahterakan Warga: Ribuan Bibit Ditanam di Samigaluh

Foto.penyaluran bibit.dok.



Kulon Progo ,Cakrainvestigasi.com,– Ribuan bibit pohon disalurkan untuk memperkuat hutan rakyat di Kapanewon Samigaluh, sebagai upaya menjaga kelestarian Perbukitan Menoreh sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat. Bantuan berupa bibit sengon, kopi, kemukus, dan balsa itu diserahkan bersama Peraturan Kalurahan tentang pengelolaan hutan rakyat lestari dalam kegiatan di Balai Kalurahan Pagerharjo, Kamis (22/10/2026). Mengusung semangat “Hutan Rakyat untuk Kesejahteraan Masyarakat dan Kelestarian Lingkungan”, acara ini dipimpin langsung oleh Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Mangkubumi.

Dalam laporan yang disampaikan oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) DIY, Kusno Wibowo menyebutkan, kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program alokasi pendanaan Result-Based Payment (RBP) REDD+ periode 2014–2016 hasil kerja sama antara BPDLH, DLHK DIY, dan Yayasan Resiliensi Lingkungan Indonesia (Yayasan Relung Indonesia). Menurutnya terdapat beberapa kondisi tutupan lahan di wilayah DIY yang masih memerlukan perhatian serius

 "Luasan kawasan hutan di seluruh DIY ini hanya mendekati 6% dari wilayah, sehingga untuk mencukupi tutupan vegetasi di DIY, hutan rakyat ini sangat penting. Total baik itu kawasan hutan dan hutan rakyat baru mendekati 27%, jadi belum ideal dari standar kurang lebih 30%" jelas Kusno.

Adapun rincian bantuan bibit dan pengembangan unit persemaian mandiri yang disalurkan dalam program ini meliputi:

 - Kelompok Tani Hutan (KTH) Mekartani Nglinggo Barat, Pagerharjo: 5.000 batang bibit sengon, 7.500 batang bibit kopi, dan 7.500 batang bibit kemukus.

 - Kelompok Tani Hutan (KTH) Mudalsari: 7.500 batang bibit sengon, 7.500 batang bibit balsa, dan 5.000 batang bibit kemukus.

Selain penanaman pohon, kegiatan ini juga mencakup bimbingan teknis (bimtek) pembuatan bibit generatif dan vegetatif, serta penguatan kelembagaan melalui pendampingan kelompok tani. Terkait capaian tata kelola di tingkat lokal. 

Sekretaris Daerah (Sekda) Kulon Progo, Triyono dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Pemda DIY, DLHK DIY, dan Yayasan Relung Indonesia atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia menegaskan bahwa bagi masyarakat perbukitan seperti Samigaluh, hutan memiliki arti yang sangat mendalam.

"Bagi masyarakat di wilayah ini, hutan bukan sekadar hamparan pepohonan, melainkan bagian dari kehidupan, sumber penghidupan, sekaligus penyangga keseimbangan alam. Hutan rakyat harus mampu menghadirkan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan untuk generasi mendatang" ujar Triyono.

Triyono juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan regulasi lokal dan aksi penanaman sebagai langkah yang berkelanjutan untuk melahirkan manfaat. Ia berharap Peraturan Kalurahan yang telah disusun tidak boleh berhenti sebagai dokumen administratif, melainkan dipahami dan dilaksanakan bersama.



GKR Mangkubumi dalam arahannya mengingatkan keterikatan antara kelestarian hutan dan ketersediaan sumber daya air bagi masyarakat merupakan ekosistem alam yang saling terjaga dapat mencegah ancaman erosi mengingat kawasan hutan rakyat berada di area perbukitan.

"Hutan dan air adalah dua sumber kehidupan yang tidak dapat dipisahkan. Hutan menjaga air, air menghidupkan masyarakat, dan keduanya menjadi fondasi kesejahteraan. Kebersihan dan keberadaan hutan rakyat bukan hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga menjaga daerah resapan air, melindungi mata air, serta mencegah erosi" tutur GKR Mangkubumi.

Lebih lanjut, GKR Mangkubumi mendorong pengelolaan lingkungan yang senantiasa berlandaskan pada nilai-nilai kearifan lokal.

"Dalam kearifan masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta, kita mengenal semangat Hamemayu Hayuning Bawana—menjaga, merawat, dan memperindah kehidupan serta alam semesta. Semangat inilah yang harus kita wujudkan dalam pengelolaan hutan rakyat dan pelestarian air. Mari kita rawat alam Samigaluh bukan hanya untuk hari ini, tapi juga untuk anak cucu kita di masa yang akan datang" pungkas GKR Mangkubumi.

Rangkaian acara di Balai Kalurahan Pagerharjo ini kemudian ditutup dengan kegiatan penjaringan aspirasi dari masyarakat yang hadir, termasuk menyoroti pentingnya perlindungan kawasan sekitar sumber mata air demi keberlangsungan hidup masyarakat di masa depan. 

( Pay/Cakra )

© Copyright 2024 - CAKRAINVESTIGASI.COM