![]() |
| Foto.rapat koordinasi persiapan bedah rumah.dok. |
SLEMAN, Cakrainvestigasi.com,- Yayasan STAK Yogyakarta mematangkan persiapan program pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bagi Triyono, warga Kadirojo I, Kalurahan Purwomartani, Kapanewon Kalasan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Program yang direncanakan mulai dikerjakan pada November 2026 ini mengedepankan semangat gotong royong dengan melibatkan masyarakat dan lintas komunitas.
Persiapan tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang digelar di kediaman Triyono, Kadirojo I, Purwomartani, Kalasan, Jumat (23/10/2026) malam. Pertemuan ini dihadiri jajaran pengurus pusat STAK Yogyakarta, perangkat padukuhan, unsur masyarakat, serta perwakilan sejumlah komunitas yang tergabung dalam jejaring STAK.
Ketua Umum STAK Yogyakarta, Sigit Cemo, menyampaikan bahwa program bedah rumah merupakan bagian dari komitmen sosial organisasi untuk membantu masyarakat yang membutuhkan tempat tinggal layak.
Ia menjelaskan, sepanjang 2026, keluarga besar STAK telah melaksanakan tiga kegiatan renovasi atau pembangunan rumah. Dengan masuknya Triyono sebagai penerima manfaat berikutnya, jumlah lokasi yang mendapat dukungan program bedah rumah STAK pada tahun ini menjadi empat lokasi.
“Dalam setahun ini, kami sudah melaksanakan kegiatan bedah rumah di tiga lokasi, yakni rumah Mbak Lujinem di Jombor, Mas Napo di Cangkringan, dan Mas Arifin di Turi. Sekarang, kami kembali bergerak untuk membantu Mas Triyono di Kalasan,” ujar Sigit.
Menurutnya, keberhasilan program tersebut tidak dapat bertumpu pada satu pihak saja. Dukungan tenaga, pemikiran, bahan material bangunan, sembako, serta bentuk bantuan lainnya dibutuhkan agar proses pembangunan berjalan lancar dari awal hingga selesai.
Sigit juga mengajak seluruh elemen masyarakat, organisasi, dan komunitas untuk menyebarluaskan informasi program tersebut kepada anggota maupun warga sekitar agar semakin banyak pihak yang tergerak membantu.
Ia menegaskan bahwa semangat kerelawanan harus dilandasi keikhlasan dan kepedulian sosial, bukan kepentingan pribadi maupun kelompok.
“Kalau sudah menyatakan diri sebagai relawan, tanamkan jiwa kerelawanan dan jangan mengharapkan pamrih. Mari kita kompak, memperkuat solidaritas, dan bersama-sama membantu saudara kita yang membutuhkan,” tegasnya.
Dukungan Warga Jadi Kunci Keberhasilan
Dukungan terhadap program tersebut juga disampaikan Kepala Dukuh Kadirojo I. Ia mengapresiasi langkah Yayasan STAK Yogyakarta yang turut membantu warga kurang mampu melalui program RTLH.
Menurutnya, program tersebut menjadi bentuk kepedulian nyata yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya warga yang membutuhkan tempat tinggal lebih layak.
Pihak padukuhan menyatakan siap mendukung pelaksanaan pembangunan dengan melibatkan masyarakat dalam kegiatan gotong royong. Warga diharapkan dapat berpartisipasi sesuai kemampuan masing-masing demi kelancaran pengerjaan rumah Triyono.
Dalam rapat tersebut, peserta juga menyepakati pembentukan panitia kecil untuk mengoordinasikan kebutuhan dan pelaksanaan kegiatan. Pengerjaan direncanakan melibatkan masyarakat setempat bersama lintas komunitas yang berada dalam jejaring STAK Yogyakarta.
Koordinasi Berlanjut hingga Pembangunan Selesai
Untuk memastikan persiapan berjalan terarah, koordinasi akan dilanjutkan secara berkala melalui grup WhatsApp. Langkah ini dilakukan guna memudahkan komunikasi, pembagian tugas, serta penyampaian informasi terkait kebutuhan pembangunan.
Program bedah rumah Triyono diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara organisasi sosial, komunitas, perangkat wilayah, dan masyarakat dalam membantu sesama.
Bagi STAK Yogyakarta, kegiatan ini bukan sekadar membangun atau memperbaiki bangunan fisik, melainkan juga menghidupkan kembali nilai solidaritas dan gotong royong di tengah masyarakat.
Melalui keterlibatan berbagai pihak, pembangunan RTLH tersebut diharapkan dapat berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat nyata bagi Triyono beserta keluarganya.
( Pay/Cakra )

Social Header
Berita